Hukrim

Jumat, 3 April 2020 - 22:59 WIB

2 bulan yang lalu

logo

Kapal kayu sedang berlabuh dipelabuhan Belangbelang Kec. Kalukku. Namun tidaks atupun Pos jaga pemantau Covid - 19. ( foto : zul )

Kapal kayu sedang berlabuh dipelabuhan Belangbelang Kec. Kalukku. Namun tidaks atupun Pos jaga pemantau Covid - 19. ( foto : zul )

Pelabuhan Belangbelang Perlu Diwaspadai, Virus Covid – 19 Bisa Masuk Dibawa Penumpang Gelap

MAMUJU,pojokcelebes.com | Warga Dusun Bakengkeng Pantai Desa Belangbelang Kecamatan Kalukku Kabupaten Mamuju. Mengeluhkan ketiadaannya pos pemantau bagi kapal masuk yang berlabuh di pelabuhan Bakengkeng. Akibatnya warga setempat merasa was – was soal penyebaran Covid – 19 yang masuk lewat pintu laut diabgian pelabuhan Bakengkeng dan dan sekitarnya.

Dari pantauan media ini, kurangnya penjagaan dari instansi terkait sehingga kapal yang berlabuh di Pelabuhan Laut Belangbelang leluasa masuk, bahkan terlihat tidak ada pemeriksaan pencegahan penyebaran Virus Corona ( Covid – 19 ) karena tidak ada Posko jaga cegah Covid -19.

Mirwan Kepala Dusun Bakengkeng Pantai, Desa Belangbelang, Kecamatan Kalukku, kepada pojokcelebes.com, mengatakan banyaknya kapal yang berkurang besar dan kecil berlabuh di Pelabuhan Belangbelang. Tetapi tidak satupun petugas yang mengontrol soal pemeriksaan kesehatan. Kata dia, seharusnya untuk mencegah penularan Covid 19, pemerintah harus mendirikan atau tempatkan posko jaga di sekitar pelabuhan laut Belangbelang.

” Saya juga heran kenapa pemerintah damn Polisi tidak menepatkan pos jaga penanagana Covid – 19 disni. Kita tidak tau apa ada orang luar masuk diwilayah kita ini dengan menumpang kapal ini. Jangan hanya di kantor membuat laporan, di lapangan yang perlu.” kata Mirwan dengan nada kesal kepada media ini.

Masih dia, saat ini virus sudah mengepung dunia, harusnya pemerintah setempat mengantisipasi penumpang gelap dari luar daerah yang ikut di kapal untuk mudik merapat di pelabuhan ini.

” kalau begini sudah keadaan darurat, tidak ada yang mengontrol atau pos jaga, kita bisa saja kecolongan Pak. Karena Pemerintah sudah mengeluarkan aturang larangan mudik. ” ungkapnya.

Untuk mengantisipasi penularang virus corona di Sulbar, seharusnya pemerintah ada pelarangan kapal berlabuh di pelabuhan di Belangbelang dan mendirikan Posko jaga di Pelabuhan Laut Belangbelang.

” Sampai saat ini tak satupun ada pelarangan kapal yang masuk berlabu di pelabuhan ini. Dan lebih parahnya, tidak ada pos – pos jaga memantau pergerakan kapal cdari luar, ” pungkas Mirwan. |Zul

Artikel ini telah dibaca 3237 kali

Baca Lainnya