Hukrim

Minggu, 5 April 2020 - 20:40 WIB

2 bulan yang lalu

logo

Syahbandar Akui Belum Terima Surat Resmi dari Kementerian Soal Penutupan Pelabuhan Belangbelang

MAMUJU, pojokcelebes.com | Adanya sorotan warga soal ketiadaanya posko pemantau penanangan Covid – 19, bagi warga pendatang lewat jalur laut di pelabuhan Belangbelang Kecamatan kalukku kabupaten Mamuju. Menuai tanggapan dari Syahbandar atau kepala pelabuhan Belangbelang.

Kepala Syahbandar, Nasir Wahid mengatakan, sampai saat ini pelabuhan Belangbelang masih dinyatakan masih terbuka dan belum dinyatakan ditutup karena belum ada surat resmi dari kementerian terkait perintah untuk menutupnya.

” Kami tidak berani menutup pelabuhan Pak, sebelum ada surat edaran dari kementrian karna kami vertikal. Jadi kalau sudah ada surat edarannya Kementrian perhubungan untuk menutup pelabuhan, baru kami berani tutup.” kata Syahbandar, Nasir Wahid kepada wartawan pojokcelebes.com. Minggu ( 5/4 ).

Untuk itu kata Nasir, sementara ini masih menunggu surat edaran dari pihak kementerian terkait. Untuk itu, kata dia, bersama pemerintah setempat sudah
sepakat akan mendirikan posko pemantauan penanganan Covid 19.

” Sambil menunggu surat edaran kami akan dirikan Posko, untuk memperketat pengawasan, kami akan melibatkan instansi tekait.” kata Nasir.

Nasir Wahid selaku Syahbandar Pelabuhan Laut Belangbelang juga memjelaskan saat di Konfirmasi media ini bersama Babinsa dan Kamtibmas Desa Belangbelang. Mengaku tidak bisa melarang kapal yang ingin berlabuh di dermaga dan anak buah kapal ( ABK ) dilarang turun dari kapal karena pelabuhan ini sifatnya umum.

” Pelabuhan Laut Belangbelang ini pak sifatnya umum, kami tidak bisa melarang mereka untuk berlabuh di dermaga, dan ABK Kapal dilarang turung dari Kapal dan di awasi oleh Karantina Kesehatan Pelabuhan ( KKP ). Terus Kapal penumpang tidak ada yang berlabuh karna pelabuhan laut Belangbelang khusus
barang saja.” Jelas Nasir.

Soal adanya sorotan media ini terkait pelabuhan Belangbelang yang masih longgar dan tidak punya posko pengaman Covid – 19. Hari itu juga Babinsa dan Babinkamtibmas Desa Belangbelang lansung mendata kapal – kalapal yang berlabuh. Seperti tujuan kapal kemana dan darimana dan nama kapal serta siapa
nama Kaptennya.

Seperti terpantau di pelabuhan Laut Belang-Belang, masih ada kapal dari Kalimantan bersandar untuk memuat hasil bumi seperti kelapa dan pisang. Hal ini yang membuatwarga selalu merasa was – was soal penularan Covid 19. |Zul

Artikel ini telah dibaca 3506 kali

Baca Lainnya