Hukrim

Kamis, 28 Mei 2020 - 13:28 WIB

1 bulan yang lalu

logo

Pelaku pembunuhan ayah kandungnya duduk dengan tangan diborgol, setelah berhasil di ringkus Reskrim Polres Matra.

Pelaku pembunuhan ayah kandungnya duduk dengan tangan diborgol, setelah berhasil di ringkus Reskrim Polres Matra.

Gegara Doi, Anak ini Tega Habisi Nyawa Ayah Kandungnya

PASANGKAYU, pojokcelebes.com | Hanya gegara uang 3,5 juta yang ingin dimiliki. Pelaku inisil A alias Maming ( 27 ), tega menghabisi nyawa ayah kandungnya sendiri atas nama Capung ( 95 ) dengan menggunakan sebilah parang. Selasa tanggal 26 Mei 2020 pukul 21. 30 Wita. Kini anak durhaka itu berada disel tahanan Mapolres Matra setelah berhasil di ringkus oleh Polisi bersama barangbuktinya.

Kasat Reskrim Polres Matra, AKP Pandu Arief Setiawan mengatakan peristiwa pembunuhan iru terjadi pada malam hari dirumah korban di dusun Tabarodea Desa Dapurang Kecamatan Dapurang Kabupaten Pasangkayu. Pelaku yang tak lain anak kandungnya punya niat jahat ingin memiliki uang yang tersimpan di tas korban yang saat itu masih melengket dibadan korban.

Lanjut kata dia, Pandu, modus yang dilakukan oleh Pelaku adalah masuk kerumah korban pada malam hari sekitar pukul 21.30 wita. Menuruty pelaku pengakuan pelaku kepada Polisi. Saat itu pelaku melihat korban sementara duduk di kursi sambil menonton televisi, kemudian pelaku mengambil sebilah parang yang tersimpan di bawah meja di rumah korban spontan langsung memarangi bagian kepala korban dari belakang sebanyak 3 kali. Lalu kata dia, langsung mengambil tas milik korban yang berisikan uang sebanyak 3,5 Juta yang di ikatkan di perut korban dan kemudian pelaku pergi meninggalkan rumah korban.

” pelaku modusnya ingin berniat jahat memaksa ambil tas yang berisikan uang 3,5 juta rupiah yang masih terikat diperut. Pelaku spontan memarangi korban dibagian kepala lalu langsung melarikan diri dengan tas berisikan uang milik korban, ” jelas Pandu.

Masih mantan Kasat Reskrim Polres Majene itu, mengatakan penemuan mayat Capung diketahui oleh saksi atas nama Damri yang tak lain adalah cucunya, mengaku memaksa membuka rumah korban karena menuruh curiga pintu rumah korban tertutup namun tidak terkunci.

” hari Rabu tanggal 27 Mei 2020, saksi Damri meneriaki korban ke rumahnya namun tidak dibalas oleh korban dan pintu rumah korban tertutup namun tidak di gembok kemudian mengetuk pintu rumah korban namun tidak di respon. Saksi mulai curiga dan masuk kedalam rumah korban dan mendapati korban yang merupakan kakeknya sudah terbaring di depan televisi dalam keadaan meninggal.” jelasnya.

Selain Polisi mengamankan pelaku. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya.

  • 1 (satu) Bilah Parang
  • 1 (satu) Lembar Sarung Milik Korban
  • 1 (satu) Lembar Baju Milik Pelaku
  • 1 (satu) Lembar Celana Milik Pelaku
  • 1 (satu) Buah Tas Milik Korban.

” Pelaku saat ini beserta BB saat ini sudah diamankan di Polres Mamuju utara untuk proses lebih lanjut. Untuk Tersangka akan dijerat dengan pasal 340 Subs 338 KUHPidana dengan ancaman hukuman paling lama 20 tahun penjara.” pungkas Pandu. |Adji

Artikel ini telah dibaca 129 kali

Baca Lainnya