Nasional

Selasa, 2 Juni 2020 - 23:37 WIB

1 bulan yang lalu

logo

Empat oknum LSM duduk dikursi pesakitan Pengadilan Tipikor Mamuju.

Empat oknum LSM duduk dikursi pesakitan Pengadilan Tipikor Mamuju.

Saksi Sebut 4 Oknum LSM ini Terima Dana dari Aparat Desa Ba’babulo

MAMUJU , pojokcelebes.com | Sidang Empat terdakwa LSM kembali digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi ( Tipikor ) Pada Pengadilan Negeri Mamuju, dengan agenda pemeriksasan saksi. Empat LSM yang terseret dikursi pesakitan Pengadilan Tipikor diantaranya, Amiruddin alias Illang, Syukri, ( kuasa hukum ), Nurmuqladdin alias Mu’la dan Sopian.

Jaksa Penutut Umum ( JPU ) yang diketuai oleh Nursurya, SH, MH, kembali menghadirkan Lima saksi fakta terhadap adanya dugaan upaya merintangi penyidikan Polres Majene dalam melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap dugaan kasus Korupsi di Desa Ba’babulo. Dua diantaranya adalah Kades Ba’babulo Taufik bersama dengan bendahara desanya atas nama Aswan.

Dalam sidang ini, Kades yang memakai baju batik lengkap dengan pecik hitam, menjawab sejumlah pertanyaan tanpa sisa baik dari mejelis hakim maupun dari kuasa hukum Empat terdakwa serta JPU.

Sejumlah keterangan Taufik dan Aswan dibeberkan di depan majelis hakim berdasarkan dengan keterangan dalam BAP. Diantaranya, setelah Tiga terdakwa mendapat informasi dari saksi M. Arsyad Aco, kemudian Tiga terdakwa bersepakat untuk mengadakan pertemuan pada hari Rabu tanggal 31 Juli 2019 sekitar pukul 20.30 Wita bertempat di Warung Resky Dusun Rawang Desa Bababulo Kecamatan Pamboang Kabupaten Majene Provinsi Sulawesi Barat, dengan saksi Taufik ( Kepala Desa Bababulo ), saksi M. Arsyad Aco ( Sekretaris Desa ) dan saksi Aswan Rudianto ( Bendahara Desa Bababulo ).

” Saat itu memang kami bertemu terdakwa diwarung Resky. Pada pertemuan tersebut membicarakan persoalan yang saya agar bisa dibantu. Dan para terdakwa meyakinkan saya untuk siap membantu menyelesaikan penghentian penyidikan perkara korupsi Desa Bababulo tahun 2018 yang sedang disidik oleh Tim Penyidik Polres Majene.” kata Taufik

Selain itu dalam keterangan Taufik dihadapan majelis Tipikor menyebutkan, bahwa Tiga terdakwa menerima uang, meskipun sebelumnnya Kades Ba’babulo tidak mau berbicara soal uang.

” Sebenarnya dari awal saya tidak mau kalau mau bicara soal uang. Justru saya kaget kenapa sampai begini sampai aparat saya mengeluarkan uang sebanyak itu, ” tutur Kades

Seperti dalam dakawaan terdakwa disebutan, Tiga terdakwa pada hari Rabu tanggal 07 Agustus 2019 sekitar pukul 14.00 Wita bertempat di Halte dekat jembatan Lingkungan Lutang Kelurahan Tande Timur Kecamatan Banggae Timur Kabupaten Majene Provinsi Sulawesi Barat secara bersama – sama menerima uang dari saksi Taufik, dan kawan kawan senilai Rp. 199.850.000,- ( seratus sembilan puluh sembilan juta delapan ratus lima puluh ribu rupiah ).

Namun salahseorang terdakwa, uang tersebut dibawa ke rumah salahseorang terdakwa lainnya untuk dibagi – bagi dengan rincian sebagai berikut:

  1. Terdakwa I Amiruddin sejumlah Rp. 84.850.000,- ( delapan puluh empat juta delapan ratus lima puluh ribu rupiah );
  2. Terdakwa II Syukri sejumlah Rp.10.000.000,- ( sepuluh juta rupiah );
  3. Terdakwa III Nurmuqladdin alias Mu’la sejumlah Rp. 10.000.000,- ( sepuluh juta rupiah );
  4. Saksi Sofyan sejumlah Rp. 90.000.000,- ( sembilan puluh juta rupiah );
  5. Saksi Hutamal Alias Tamal sejumlah Rp. 5.000.000,- ( lima juta rupiah )

Dengan uang itu lanjut Taufik, mengaku uang tersebut mengalir ke Tiga LSM sebagai uang oprasional untuk ke Mamuju ketemu dengan Kapolda Sulbar. Dan benar, dirinya bersama Tiga terdakwa bersama Sofyan dan Arsad Aco dengan Aswan dan Syraif, kala itu mendatangi kantor Polda Sulbar dengan tujuan meminta bantuan ke Kapolda Sulbar, agar penyidikan perkara korupsi Desa Bababulo tahun 2018 yang dilakukan oleh Penyidik Polres Majene dapat dihentikan.

” waktu itu saya bersama terdakwa Sofyan berhasil ketemu dengan pak Kapolda diruangannnya. Namun Kapolda Sulbar menasihati kami dengan mengatakan, kalau kamu tidak salah tidak perlu takut, tapi kalau kamu salah pertanggungjawabkan kesalahanmu dan itu hak dan kewajiban penyidik untuk menindaklanjuti dugaan tindak pidana yang sedang diproses,” kata Taufik yang mengutip nasehat Kapolda Sulbar saat berada diruangannya.

Ditemui JPU Nursurya, SH, MH mengataka, hari ini masih agenda pemeriksaan saksi terhadap kasus Empat LSM yang didakwa merintangi penyidikan Polres Majene dalam melakukan penyidikan tindak pidana korupsi terhadap Kades Ba’babulo terhadap dana desa tahun 2018. Kali ini, pihak JPU menghadirkan Lima saksi termasuk Kades Taufik dan bendaharanya Aswan dan tiga warga lainnya.

” Kami kembali mengahdirikan pak Kades dan bendaharanya sebagai saksi terhadap perkara merintangi penyidik Polisi dalam mengungkap kasus korupsi dana desa di Ba’babulo. Dan hasil keterangan saksi pak Kades dan bendaharanya tidak ada yang jauh beda dalam BAP penyidik polisi dan Minggu depan masih agenda pemeriksaan saksi dengan perkara yang sama, ” singkat Kajari Majene itu.

Ditempat yang sama, Marzuki SH sebagai kuasa hukum terdakwa Amiruddin CS, mengaku mendengar keterangan Dua saksi. Diakui ada beberapa keterangan saksi yang memberatkan kliennya. Namun kata dia, perkara yang didakwakan terhadap kliennya tetap akan akan melakukan pembelaan.

” Berikutnya masih ada beberapa agenda persidangan, seperti kami akan menghadirkan beberapa saksi yang meringankan. Dan sudah tetap kami berupaya sebagai kuasa hukum untuk tetap membuktikan dakwaan klien kami tidak bersalah , ” pungaks Marzuki.

Dalam sidang di kali ini, kembali dipimpin ketua majelis hakim Abdullatif, SH.MH dan Dua hakim anggota Irawan Ismail, SH.MH dengan Yudikasi Waruwu, SH.MH. |Adji

Artikel ini telah dibaca 243 kali

Baca Lainnya