Hukrim

Senin, 29 Juni 2020 - 11:35 WIB

1 bulan yang lalu

logo

LSM LPNRI, Rahmat memperlihat laporan polisinya usia dianiaya.

LSM LPNRI, Rahmat memperlihat laporan polisinya usia dianiaya.

Hanya Gegara Anak Ribut Dalam Mesjid, Seorang LSM Jadi Korban Penganiayaan

MAMUJU, pokjokcelebes.com | Hanya gara – gara anak kecil bermain diruangan mesjid, seorang LSM LPNRI atas nama Rahmat ( Korban ) mendapat bogem mentah dari salahseorang jemaah mesjid inisial LK yang tak lain pegawai negeri sipil ( PNS ) disalahsatu Puskesmas. Akibatnya, korban mengalami luka goresan dibagian pipi sebelah kiri dan nyeri dibagian kepala. Atas kejadian ini, pelaku resmi dilaporkan ke Polresta Mamuju dengan nomor laporan Polisi : / B / 208 / VI / 2020 / SPKT / Resta Mamuju / Sulbar, tertanggal 26 Juni 2020 tentang dugaan tendak pidana penganiayaan,

Korban Rahmat yang bertandang ke kantor redaksi pojokcelebes.com menuturkan, peristiwa yang dialaminya dalam mesjid usai solat Jumat tanggal 26 Juni 2020. Rahmat mengatakan, saat itu bersama kedua anaknya mengikuti solat Jumat disalahsatu mesjid di Desa Bambu Kecamatan Mamunyu Kabupaten Mamuju. Kata dia, saat sebelum mengikuti solat Jumat, kedua anakanya ribut dan kemungkinan jemaah lain terusik, namun mengaku masih sempat menenangkan anaknya agar tidak terganggu jemaah dalam mesjid. Lanjut dia katakan, usai solat Jumat, dikagetkan dengan kelakuan pelaku yang tiba – tiba marah dan memukul dirinya. Dan kejadian ini sangat merugikan diri dan keluarganya, karena peristiwa pemukulan terjadi didepan anak kecil ( anaknya ) hingga saat ini anak tersebut mengalami trauma akibat peristiwa JUmat naas itu.

” Iya ini hanya persoalan sepele, kok pelaku tiba – tiba memukul saya makanya saya kaget hanya anak – anak ribut di mesjid kan biasa itu. Kedua anakku, ku bawa ke Mesjid untuk jumatan sama – sama. Namun dimesjid, namanya juga anak – anak tidak mau diam apalagi kalau sudah ketemu temannya. Dalam mesjid saya akui anak saya sempat ribut – ribut dan pasti menganggu jemaah lain tetapi sempat saya ambil dan tenangkan. Namun usai solat jumat saya diteriaki dan tiba – tiba dipukul dibagian wajah saya, ini ada apa sampai pelaku melakukan begitu kepada saya ” tanya Rahmat.

Atas kejadian yang dialaminya dan sudah dibawa kerana hukum. Berharap kejadian ini tidak terulang lagi dan meminta kepada Polisi agar bekerja secara profesional dalam menegakkan hukum di Sulbar.

” Kasian anakku melihat saya dipukul dikerumuni orang. Atas kejadian ini anak saya masih trauma dan ketakutan gara – gara melihat kejadian di mesjid ribut – ribut. Atas penganiayaan ini, saya sengaja bawa laporan ini ke polisi nanti hukum yang bicara, ” tegas Rahmat.

Dihubungi terpisah, Kasat Reskrim Kapolresta Mamuju, AKP Syamsuriyansah membenarkan adanya korban dugaan penganiyaan atas nama Rahmat, membuat laporan Polisi dan korban sudah di BAP oleh penyidik. Kata dia, untuk sementara penyidik masih dalam penyelidikan dengan memeriksa beberapa saksi termasuk melihat visum dokter.

” iya sudah kita BAP korban, tapi masih ambil keterangan saksi – saksi sekalian ambil visum di rumah sakit. Kalau identitas pelaku dia PNS, saya belum tau dan kita masih perjelas dulu karena ini masih sebatas keterangannya korban Rahmat, ” singkat Syamsuriyansah. |Adji

Artikel ini telah dibaca 1128 kali

Baca Lainnya