Hukrim

Rabu, 1 Juli 2020 - 17:17 WIB

1 bulan yang lalu

logo

Bayi di Polman Meninggal Usai Divaksin

POLMAN, pojokcelebes.com | Sehari setelah mendapatkan vaksin dari Puskesmas Matakali. Bayi yang masih berumur Tiga bulan asal Desa Duampanua Kecamatan Matakali Kabupaten Polewali Mandar ( Polman ), dikabarkan mengalami kejang – kejang dan meninggal dunia.

Raut kesedihan tak dapat dibendung oleh Keluarga almarhum Al-fatah. Betapa tidak, Al-fatah merupakan anak pertama dari pasangan suami dan istri Sultan dan Rosmianti dan harus menelan kekecewaan dan duka yang mendalam karena anak simata wayang mereka jatuh sakit usai mendapat vaksin di PKM Matakali pada tanggal 25 Juni kemarin.

Keluarga korban, Indah, mengungkapkan, setelah mendapatkan vaksin dan polio dari PKM Matakali ponakannya tersebut mengalami pendarahan dari bekas suntikan dilengan bayi tak berdosa tersebut kemudian keesokan harinya bayi ini demam.

“kami mengira ini hanya demam biasa karena biasanya anak yang habis disuntik memang panas badannya namun tidak lama kemudian Al fatah terus menangis dan kejang-kejang,” ungkapnya

Ia juga mempertanyakan prosedur pemberian vaksin yang dilakukan oleh pihak PKM Matakali, pasalnya pelayanan yang diberikan tidak seperti biasanya.

“habis disuntik petugasnya tidak ada yang memberi penjelasan apa – apa. Nanti kami yang bertanya, apakah sudah selesai baru ada jawaban bahwa sudah selesai.” Ungkapnya yang ditemui Rabu (01/07)

Berbeda dengan keluarga korban yang lain, Rusman mengatakan belum menerima pernyataan dari petugas dan akan mendiskusikan tentang langkah yang ditempuh.

” Saya tidak terima permohonan maaf dan saya akan mendiskusikan ke keluarga tentang langkah yang akan diambil” Ujarnya

Sementara itu Kepala Puskesmas Matakali dr. Ahmad menampik jika penyebab tersebut meninggal karena di vaksin. Ia berdalih jika bayi tersebut meninggal karena bronchopenumonia.

“Barusan dapat kabar dari RS bahwa bayi meninggal bukan karena imunisasi,diagnosa terakhir adalah bronchopneumonia,” Ujarnya (01/07)

Ia juga menambahkan, biasanya jika bayi usai divaksin BCG dianjurkan kepad siapas saja untuk tidak diganggu bekas suntikannya sampai terjadi abses. Yang terjadi dari informasi diterima direndam dengan di elus – elus bekas suntikannya.

Ia juga menyampaikan duka cita permohonan maaf kepada keluarga atas kejadian ini.

” Sebenarnya tidak bisa dipeagang bekas suntikan BCG meskipun dielus – elus. Atas kejadian ini kami memohon maaf, ” pungkasnya | Rah

Artikel ini telah dibaca 278 kali

Baca Lainnya