Advertorial

Kamis, 2 Juli 2020 - 20:52 WIB

1 bulan yang lalu

logo

Polman Miliki WRS Alat Penerima Informasi Gempa

POLMAN,pojokcelebes.com | Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) Kabupaten Polman Provinsi Sulawesi Barat, kini memililik Alat Penerima informasi gempa dan tsunami yakni Warning Receive System ( WRS ), bantuan ini merupakan bantuan yang diberikan oleh Badan Metereologi Klimatologi dan Geo (BMKG) Pusat yg ditempatkan di Kantor BPBD Polman

Kepala BPBD Polman Andi Afandi mengatakan, WRS ini adalah alat penerima informasi bencana gempa Bumi dan Tsunami yang diberikan Oleh BMKG Pusat bertujuan agar Bagaimana kita di daerah Bisa mengetahui bahwa telah terjadi bencana disuatu daerah/Wilayah, sehingga kita didearah bisa terus melakukan Pemantauan dan perkembangan Bencana Tersebut dan ini terconeksi langsung ke BMKG Pusat

“Alat ini berfungsi untuk memantau wilayah tertentu dan mengetahui bahwa di daerah tersebut telah terjadi bencana Alam seperti gempa dan alat ini langsung terkoneksi ke BMKG Pusat” Ujarnya yach ditemui di kantornya kamis (02/07)

Lebih lanjut alat ini bantuan langsung dari BMKG Pusat dan In Syaa Allah akan menyusul lagi bantuan alat lainnya dari BMKG PUSAT pada bulan Agustus mendatang.ujarnya

Sementara itu Bupati Polman Andi Ibrahim Masdar yang meresmikan alat ini mengaku sangat berterima kasih oleh BMKG Pusat dan Bapak Presiden yang telah memberikan Bantuan Alat Penerima Informasi gempa dan Tsunami ini. semoga dengan adanya alat ini semua bencana Gempa dan tsunami yang ada diluar Daerah bisa kita monitor dan ikuti perkembangannya.

” Saya sebagai bupati polman mengucapkan banyak terimakasih kepada Bapak Presiden dan BMKG Pusat karena telah memberikan alat penerima informasi gempa ini” Ucapnya

Pada kesempatan itu Bupati dua Periode itu menyampaikan agar BPBD segera melaksanakan pelatihan bagi operator yg akan mengoperasikan alat WRS ini dengan melibatkan stakeholder terkait, seperti TNI / POLRI dan komponen masyarakat di wilayah2 yg mempunyai riwayat gempa/tsunami, seperti Kec. Tinambung dan sekitarnya, dan akan dilanjutkan dengan simulasi di wilayah rawan gempa atau tsunami yg disertai dengan penentuan jalur evakuasi dan titik kumpul jika sewaktu-waktu terjadi bencana.|Rah

Artikel ini telah dibaca 291 kali

Baca Lainnya