Advertorial

Jumat, 3 Juli 2020 - 09:17 WIB

3 bulan yang lalu

logo

Terkendala Infrastruktur Jalan dan Jaringan Komunikasi, Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Mehalaan Terus Ditingkatkan

MAMASA,pojokcelebes.com | Pelayanan kesehatan di Puskesmas Mehalaan Kecamatan Mehalaan Kabupaten Mamasa, khususnya pada ibu hamil terus di tingkatkan. Hal itu dilakukan untuk mengurangi angka kematian ibu dan bayi.

Ditemui Kepala Puskesmas Mehalaan, Nikmat Muslimin kepada pojokcelebes.com bercerita soal adanya jumlah pelayanan kesehatan kepada ibu hamil. Nikmat menyebutkan, pelayanan ibu hamil terhitung dari bulan Januari hingga bulan Juni 2020 sudah sangat maksimal dengan terbukti angka kematian bayi sangat rendah di banding yang lahir.

” iya memang pak wartawan, kami maunya selalu dipantau kinerja kami setiap waktu itu agar pemerintah tau. Dan selama ini pelayanan kesehatan terutama bagi ibu -ibu yang mau melahirkan sudah sangat maksimal, baik pelayanan pasien sakit maupun ibu – ibu yang mau melahirkan,” kata Nikmat

Nikmat menyebutkan, angka kelahiran dan kematian bayi selama bulan Januari sampai bulan Juni 2020 yakni, jumlah total ibu hamil sebanyak 51 orang. Jumlah ibu bersalin sebanyak 44 orang. Jumlah bayi yang lahir 46 orang. Jumlah bayi yang meninggal 8 orang

Lanjut dia menyebutkan, jumlah Puskesmas Pembantu ( Pustu ) ada Tujuh Pustu dan jumlah Pos kesehatan desa ( Poskesdes ) berjumlah Empat Poskesdes. Dan sampai saat ini, mulai dari pelayanan Puskesmas sampai ke tingkat desa sudah terbangun meskipun masih terkendala dengan jaringan komunikasi dan infrastruktur jalan.”

” Pelayanan kami setiap hari kepada masyarakat semua pustu dan Poskesdes selalu tetap ada konfirmasi bidan desa, perawat desa dan dokter setiap saat. Dan kami bekerja selalu mengedepankan pekerjaan semua prosedur melalui protap yang ada,walaupun akses jalan dan jaringan telekomunikasi yg tdk ada  dari pustu dan poskesdes yang ada tetap kami setiap saat kami semangat dalam mengembang tugas.” Jelas Nikmat.

Lanjut dia mengaku, jika pelayanan kesehatan menuai kendala akibat fasilitas kurang lengkap. Petugas kesehatan harus merujuk ke ke RSUD Kondo Sapata Mamas, RSUD Polman, RSUD Manakarra Mamuju, dalam keadaan darurat meskipun armada ambulance Puskesmas hanya 1 unit.

Saat ditanya soal bayi yang meninggal berjumlah Delapan orang dalam rentang waktu Enam bulan. Nikmat menyebutkan, salahsatu alasan adalah beberapa ibu yang melahirkan dan saat ingin dirujuk malah sang pasien menolak dengan dibuktikan ada surat penolakan dengan alasan faktor ekonomi dan takut virus Corona. Sedangkan Keempat ibu hamil lainnya saat mendapatkan rujukan ke RSUD semuanya meninggal di rumah sakit tersebut.

” Dua kasus ibu bersalin dengan Tiga bayi karena ada satu ibu yang kembar anaknya dan yang satunya ibu yg bersalin di Pustu desa dan Ketiga ibu ini kami sudah siapkan rujukan ke RSUD tetapi keluarga mereka menolak dan bukti surat penolakan ada pada kami dengan alasan ekonomi dan pandemi Covid – 19 dan akhirnya meninggal,” ungkapnya

” Sedangkan Keempat ibu yang hamil lainnya, kami sudah berusaha rujuk ke RSUD Kondosapata Mamasa, RSUD Manakarra Mamuju dan RSUD Polman. Setiba mereka disana sudah ditindaki sesuai protap dan bayinya semua meninggal.” Tutup Nikmat.|Rus

Artikel ini telah dibaca 879 kali

Baca Lainnya