Hukrim

Rabu, 5 Agustus 2020 - 21:08 WIB

1 bulan yang lalu

logo

Ibu Lima Anak ini, Diduga Tewas Diterkam Buaya

MATENG, pojokcelebes.com | Perempuan Asmila ( 30 ), yang ditemukan tewas diduga keganasan buaya di sungai Barakkang Kecamatan Budong- Budong Kabupaten Mamuju Tengah. Rabu siang ( 5/8 ). Menjadi duka bagi keluarga tidak mampu yang tinggal di bantaran sungai Barakkang.

Kejadian yang menimpa ibu Lima anak itu, akibat keganasan buaya sungai Barakkang, dibenarkan oleh saudara korban Andi. Dia mengaku, melihat korban saat diseret buaya saat sedang mencuci pakaian dipinggir sungai .

” saya melihat korban naseret buaya kedalam air. Saya tidak bisa berbuat lebih karena air sungai keru. Dan saya langsung teriak minta tolong ke warga lain, tapi apa daya adik saya sudah hilang,” cerita Andi kepada media ini.

Sementara ibu korban, Hamalia, yang sangat sedih kehilangan anaknya. Dia menuturkan, korban Asmila adalah janda Lima anak yang sudah lama ditinggal suaminya.

Lanjut kata dia, korban Asmila sehari – harinya sebagai pekerja tani jagung. Dan tinggal bersama dengan anaknya di rumah berukurang kecil.

” jujur saya sangat sedih kehilangan korban pak. Kasian anaknya Lima orang yang ditinggal oleh korban. Selama hidupnya dia menanam jagung untuk menghidupi ke Empat anaknya yang masih kecil – kecil, dia bekerja sendiri karna sudah lama pisah dengan suaminya. ” ungkap ibu korban.

Ditempat terpisah, Kapolsek Budong – Budong  Iptu Suparman mengatakan, kejadian buaya menyerang manusia sudah Tiga kali terjadi di sungai Barakkang. Olehnya kata Suparman, meminta kepada warga yang bermukim di bantaran sungai Barakkang harus waspada dan kalau perlu tidak usah mandi di sungai kalau membahayakan nyawa.

” Saya menghimbau kepada warga yang tinggal.di bantaran sungai, agar selalu waspada jika ke sungai ini. Dan kami akan pasangi papan peringatan,” pintanya.

Terkait persoalan ini, meminta kepada pemerintah desa setempat untuk berkoordinasi dengan pihak BKSD Provinsi Sulbar soal populasi buaya yang  mengancam warga.

” Untuk itu saya sarangkan ke kepada Kepala Desa Barakkang,  untuk berkordinasi ke pihak BKSD, agar bagaimana caranya populasi buaya di bantarang sungai ini bisa di kurangi, “apakah bisa di pindahkan ke penangkarang atau bagaimana,” pungkas Suparman. | ZUL

Artikel ini telah dibaca 595 kali

Baca Lainnya