Celebes

Kamis, 13 Agustus 2020 - 17:15 WIB

7 bulan yang lalu

logo

Kesekian Kalinya Bupati Polman Didemo

POLMAN,pojokcelebes.com | Menyikapi dugaan penghinaan kader yang di duga di lakukan oleh bupati Polman saat aksi unjuk rasa tanggal 06 Agustus lalu. Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam himpunan mahasiswa Islam ( HMI ) Cabang Polewali Mandar, menggelar aksi unjuk rasa di kantor bupati Polman Kamis (13/08)

Koordinator Aksi, Muhammad Ridwan mengatakan aksi hari ini merupakan tindak lanjut aksi tanggal 06 Agustus 2020, dengan menyuarakan beberapa tuntutan terkait sistem pelayanan di RSUD Polewali Mandar, yang di nilai buruk dalam melayani pasien sehingga pada tanggal 23 juli 2020, seorang ibu harus rela kehilangan bayinya karena keteledoran dari pihak rumah sakit, dan pada tanggal 26 Juni kejadian tersebut kembali, terualang kepada salah satu remaja yang menjadi korban kecelakaan di daerah Campalagian pada hari jumat sekitar pukul 11 malam, pria yang mengalami kecelakaan tersebut kembali kehilangan nyawa di akibatkan keteledoran dari pihak rumah sakit yang lagi – lagi dinilai kurang sigap dalam melayani pasien.

“Kami turun ke jalan menindaklanjuti tuntutan beberapa hari yang lalu, serta mengecam pelabelan kata bodoh yg di lakukan oleh bupati kerta mengecam tindakan refrehensif yang di lakukan oleh salah seorang kepala dinas terhadap seorang perempuan peserta aksi” Ucapannya

Selain mengecam tindakan refrehensif oknum kadis massa aksi juga menuntut bupati polewali mandar untuk meminta maaf di hadapan publik atas ucapannya.

” Kami dengan tegas meminta bupati Polman meminta maaf atas ucapannya yang mengatakan kami bodoh, terlepas itu di ucapannya di tujukan untuk person ke massa aksi ataupun secara kelembagaan yang pastinya kami tidak terima, ” Ucapannya

Lebih lanjut Ridwan juga membantah keras atas tuduhan yang menyebutkan gerakan aksi demonstrasi di tunggangi kepentingan politik.

Adapun tuntutan massa aksi beberapa hari yang lalu meminta untuk mencopot PLT dan menunjuk pejabat Depenitif; Pecat kabid pelayanan; Perjelas anggaran refocusing covid-19;Evaluasi tim satgas ; Copot ketua satgas ;Percepat penyediaan ruangan, Alkes dan Tenaga Medis ;Hapus biaya rapid test.

Hingga massa aksi membubarkan diri tak satu pun pejabat pemerintahan yang menemui di karenakan kantor bupati Polman sedang disterilkan setelah satu orang. |Rah

Artikel ini telah dibaca 2607 kali

#WARTA FOTO
FOTO IRIGASI TOMMO
Baca Lainnya