Advertorial

Kamis, 13 Agustus 2020 - 14:34 WIB

7 bulan yang lalu

logo

Kepala Dinas Pariwisata Prov Sulbar bersama Kabid Pariwisata dan staf lainnya.

Kepala Dinas Pariwisata Prov Sulbar bersama Kabid Pariwisata dan staf lainnya.

Sambut HUT RI ke- 75, Dinas Pariwisata Sulbar Gelar Seminar Online ” Masa Depan Lipa’ Sa’be, Tenun Sekomandi dan Sambu Mamasa “

MAMUJU, pojokcelebess.com | Memeriahkan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke – 75 dan cinta Indonesia. Seksi Pengembangan Wisata Budaya dan Relegi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata pada Dinas Pariwisata Provinsi Sulbar, dalam waktu dekat ini akan melaksanakan Diskusi Online di Mamuju yang merupakan salah satu Kawasan Strategis Pariwisata Provinsi ( KSPP ) Sulawesi Barat.

Kepala Seksi Pengembangan Wisata Budaya dan Relegi Dra.Hj. Sariani Lasami selaku Ketua Panitia Diskusi Panel dalam jumpa pers menyampaikan, bahwa setiap tahun, rakyat Indonesia melakukan beragam kegiatan dalam rangka memeriahkan momen hari kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus. Namun kata dia, mengingat masih adanya pandemi Covid – 19, pada perayaan Kemerdekaan RI tahun ini, sehingga penyelenggaraannya sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya.

Untuk lebih menyemarakkan peringatan HUT RI tahun ini, Dinas Pariwisata Provinsi Sulbar akan mengadakan diskusi soal produk kearifan lokal beberapa daerah Sulbar seperti “ Masa Depan Lipa’ Sa’be, Tenun Sekomandi dan Sambu Mamasa”yang dilaksanakan secara online dan tatap muka terbatas.

Sariani menyebutkan, kegiatan ini pesertanya berasal dari Dinas Pariwisata Provinsi dan lingkup Kabupaten se – Sulbar, Organisasi Pariwisata dan Pelaku Usaha Pariwisata khususnya pengrajin Lipa’ Sa’be, Tenun Sekomandi dan Sambu Mamasa. Diskusi ini dilaksanakan secara online dan tatap muka terbatas.

” maksud dari penyelenggaraan diskusi ini selain untuk meramaikan “ Bulan Kemerdekaan ” juga untuk melaksanakan salah satu program Dinas Pariwisata Provinsi Sulbar, yaitu Pengembangan Destinasi Pariwisata dimasa pandemic COVID-19 dengan mematuhi protokol kesehatan dan Clean, Healthy and Safety, yang dijadikan prosedur dalam penyelenggaraan wisata di Sulbar pada masa pandemi, ” kata Sariani kepada pojokcelebes.com

Dia menyebutkan, beberapa poin tujuan diskusi ini diantaranya, adalah :
1). Mendokumentasikan baik secara tertulis maupun viral aspek – aspek kemajuan dan inovasi serta keterbatasan tradisi kerajinan tanganLipa’ Sa’be, Tenun Sekomandi dan Sambu Mamasa yang merupakan salah satu warisan budaya Sulawesi Barat.
2) Meningkatkan kualitas, produk dan pemasaran industri pariwisata serta ekonomi kreatif.
3) Melestarikan salah satu Budaya Mandar dan Budaya Mamasa.

Sementara Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata, Riri Gosse mengatakan ke depan, kata dia, ada Tiga konsep Peningkatan Keragaman Daya Tarik Wisata yang akan dilakukan oleh Dinas Pariwisata Provinsi Sulbar. Pertama, kata dia, adalah peningkatan daya tarik wisata bahari dan wisata alam.Kedua, peningkatan daya tarik wisata budaya Mandar dan Mamasa dan Ketiga peningkatan daya tarik wisata hasil buatan.Ini tertuang dalam Perda Nomor. 1 / 2019 tentang, Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Provinsi Sulbar 2018 – 2025 maupun Perda Nomor tentang RTRW Provinsi Sulawesi Barat.

Lanjut Riri Gosse, secara kewilayahan, Sulawesi Barat memiliki Enam Kawasan Strtaegis Pariwisata Provinsi ( KSPP ) lingkup Kabupaten. Masing – masing KSPP Kabupaten Mamuju, Kabupaten Majene, Kabupaten Polewali Mandar, Kabupaten Mamuju Tengah dan KSPP Kabupaten Pasangkayu yang terletak di pesisir barat Pulau Sulawesi. Sarat dengan Budaya Mandar. Sementara di dataran tingginya terdapat KSPP Kabupaten Mamasa yang memiliki Budaya Mamasa Wisata Budaya merupakan salahsatu jenis kegiatan pariwisata yang menggunakan kebudayaan sebagai objeknya, salah satunya adalah kerajinan tangan “ Lipa Sa’be,Tenun Ikat Sekomandi dan Sambu Mamasa ”. Ketiganya merupakan jenis kain tenun khas Sulawesi Barat yang sudah ada sejak Ratusan tahun lalu dan menjadi warisan budaya sehingga perlu dilestarikan agar tidak punah. “Lipa Sa’be”biasa juga disebut sarung sutera mandar merupakan warisan Budaya Mandar yang masih diproduksi secara tradisional melalui proses menenun. Ciri khas berwarna cerah seperti merah dan kuning dengan motif dasar berupa bunga dan sure ( garis dan selanjutnya bisa melahirkan banyak variasi motif yang dipadukan dengan warna -warna cerah dan menawan.Pada masa lalu, motif sarung sutera mandar mempunyai makna khusus dan bisa menunjukkan status ekonomi dan kelassosial warga.“ Tenun Ikat Sekomandi ”, warisan leluhur masyarakat Kalumpang, Kabupaten Mamuju. Sarat dengan nilai sejarah dan budaya lokal dan masih diproduksi secara tradisional melalui proses menenun.“ Sambu Mamasa ”kerajinan kain tradisional asal Kabupaten Mamasa. Merupakan warisan budaya dari para leluhur yang diajarkan turuntemurun dan masih diproduksi secaratradisional melalui proses menenun.

Hadir dalam jumpa pers Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Barat, Drs. H. Farid Wajdi, M.PD menjelaskan tentang KSPP Sulbar dan Golden Triangel Destinasi Pariwisata Sulbar Marasa. Menurut Drs. H. Farid Wajdi, M.PD, Kawasan Strategis Pariwisata Provinsi Sulbar disingkat KSPP Sulbar adalah kawasan yang memiliki fungsi utama pariwisata atau memiliki potensi untuk pengembangan pariwisata Provinsi Sulawesi Barat, yang mempunyai pengaruh penting dalam satu atau lebih aspek, seperti pertumbuhan ekonomi, sosial dan budaya, pemberdayaan sumberdaya alam, daya dukung lingkungan hidup, serta pertahanan dan keamanan. Jadi sektor pariwisata diproyeksikan akan menjadi sektor yang mampu memimpin pertumbuhan ekonomi yang ditandai dengan peningkatan kunjungan wisatawan. Enam KSPP Sulbar lingkup kabupaten terdiri atas 67 KSPP, dengan rincian sebanyak 18 KSPP berada di Kabupaten Mamasa, 16 KSPP di Kabupaten Polewali Mandar, 12 KSPP di Kabupaten Mamuju, ada 8 KSPP masing-masing di Kabupaten Majene dan Pasangkayu dan sebanyak 5 KSPP letaknya berada di Kabupaten Mamuju Tengah. Ini baru kawasan strategisnya, belum terhitung jumlah obyek wisata yang ada di KSPP tersebut.Berdasarkan data terakhir yang kami dapatkan dari masing-masing KSPP Kabupaten, obyek wisata yang ada di Sulbar kurang lebih 300 obyek wisata.

Berdasarkan jumlah KSPP yang telah ditetapkan dalam Perda Provinsi Sulbar No.1 Tahun 2019, Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Barat membuat konsep yang lebih detail dengan membentuk dan mengembangkan 3 (tiga) Klaster Sulbar Marasa. Klaster Sulbar Marasa 1, meliputi KSPP Kabupaten Mamuju, Majene, Polewali Mandar dan KSPP Mamasa. Klaster Sulbar Marasa 2 meliputi KSPP Mamuju Tengah dan KSPP Pasang Kayu.Klaster Sulbar Marasa 3 dikhususkan pada Wisata Bahari yaitu KSPP Kepulauan Bala-balakang.

Ketiga klaster ini merupakan Golden Triangel Destinasi Pariwisata Sulbar Marasa (SM) yang penyusunannya berdasarkan kedekatan geografis, keragaman daya tarik dan diferensiasi atraksi wisata, moda transportasi penghubung serta kondisi jalan. Pelaksanaannya berpedoman pada pengembangan tata kelola destinasi pariwisata berbasis konsep “Destination Management Organization” (DMO)yang melibatkan seluruh pihakdan “Destination Governance” (DG).
Ada 2 (dua) jenis warisan budaya Sulbar yang dikembangkan di Golden Triangel Destinasi Pariwisata SM, yaitu Budaya Mandar dan Budaya Mamasa.Terkait erat dengan kedua budaya ini, adalah kain tenun sutera dan tenun ikat yang telah dikenal oleh masyarakat Mandar dan Mamasa sejak ratusan tahun.Selain kegiatan bertani, beternak, mencari ikan dan berlayar, menenun kain adalah mata pencaharian lain yang tak kalah penting. Kegiatan membuat tenunsutera/tenun ikat sudah menyatu dengan kesibukan keseharian masyarakat Mandar dan Mamasa, khususnya kaum perempuannya.Secara umum, di sana ada dua jenis pengrajin kain tenun. Pertama, pengrajin yang menggantungkan hidup sepenuhnya dari kegiatan tersebut, kedua, mereka yang melakukan kegiatan menenun kain sebagai pekerjaan sambilan. Lebih lanjut disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulbar bahwa saat ini kita masih dalam suasana pandemi COVID-19 yang belum diketahui kapan akan berakhir.Dalam beberapa hari ke depan Bangsa Indonesia akan memperingati HUT Kemerdekaan yang ke-75. Kali ini, Dinas Pariwisata Provinsi Sulbar akan merayakan peringatan tersebut melalui Seminar Webinar dengan tema “Masa Depan Lipa’ Sa’be, Tenun Sekomandi dan Sambu Mamasa”pada tanggal 19 Agustus 2020, untuk membangkitkan kembali pariwisata di Sulbar, mengenalkan sejarah dan kondisi umum Lipa’ Sa’be, Tenun Sekomandi dan Sambu Mamasadan untuk menempatkan Lipa’ Sa’be, Tenun Sekomandi dan Sambu Mamasapada posisi yang terhormat sebagai salah satu warisan budaya dunia. | ***

Artikel ini telah dibaca 2301 kali

#WARTA FOTO
FOTO IRIGASI TOMMO
Baca Lainnya