Celebes

Rabu, 26 Agustus 2020 - 15:35 WIB

6 bulan yang lalu

logo

Ancam Tanah Adat Aralle, Massa Aksi Sepakat Tolak Tambang

MAMASA, pojokcelebes.com | Puluhan pemuda yang tergabung dalam aliansi pemuda dan mahasiswa Mamasa, kembali mendatangi kantor DPRD Mamasa Rabu (26/08), kedatangan puluhan orang ini bertujuan untuk menolak kehadiran sebuah perusahaan tambang Tanah PT Monazite yang berada di Kecamatan Aralle.

Koordinator Aksi Doni Kumala Putra mengatakan alasannya menolak tambang Tanah jarang PT Monazite dan dengan alasan lokasi rencana pertambangan tersebut terletak di wilayah adat P.U.S yang merupakan identitas yang sangat dijaga kedudukannya.

” Kami tolak kehadiran tambang karena rencananya tambang tersebut terletak di wilayah adat PUS dan okasi tambang tersebut terletak pada sebagian wilayah Hutan Lindung dan Hutan Konservasi yang merupakan wilayah serapan air ” Ucapannya

Masih doni mengemukakan Mengenai dampak lingkungan, kesehatan, dan sebagainya yang kemungkinan besar akan merugikan warga dan daerah/lingkungan, serta alam.

Ia juga menambahkan masyarakan Aralle sudah tidak butuh Tambang langit karena masyarakat sudah merasa puas dengan kekayaan alam, hutan produksi, dan lain sebagainya

Ia juga berharap pemerintah daerah, untuk lebih mendahulukan peningkatan akses ke desa-desa (jalan lorong perkampungan), objek wisata, dan lain sebagainya, selain pertambangan, karena hal inilah yang dinilai sebagai bentuk usaha yang lebih/sangat
menunjang perekonomian masyarakat dengan masa waktu yang tidak terbatas.

Sementara itu Penyampaian perwakilan Masyarakat dari Salutambun ,Paulus Jelap mengatakanmenolak dengan keras adanya rencana tambang Logam Tanah Jarang dengan alasan merusak Sosial Budaya, Adat istiadat, merusak Ekosistem dan Adanya Kuburan Leluhur di lokasi rencana tambang pesan dari leluhur untuk menjaga tanah yang telah di tinggalkan.

” Kami masyarakat Kecamatan Buntu Malanka juga akan terkena dampak jika tambang ini beroperasi di kecamatan Aralle seperti rusaknya ekosistem dan jejak leluhur kami akan hilang karena di tanah lokasi tambang terdapat kuburan Leluhur kami ” Ucapnya

Sedangkan Penyampaian Bupati Mamasa Ramlan Badawi mengucapkan terimakasih atas sumbang saran dari orang Tua Dari SaluTambun dan Pemuda Mahasiswa Kab.Mamasa.

” Saya ucapkan terimakasih atas sumbang saran dari masyarakat Kabupaten Mamasa atas kehadiran tambang tanah di kabupaten Mamasa ini, meskipun sebenarnya terkait izin tambang ini mutlak kewenangan provinsi ” Ungkapnya

Ia juga menambahkan dirinya dengan Wakil Bupati DPRD dan Instansi terkait sepaham dengan Orang tua Dari Salutambun dan Aliansi Pemuda untuk tidak mendukung akan adanya Tambang jika merugikan Masyarakat

Bupati dua periode ini juga akan mengirim surat kepada Camat di Wilayah III untuk jangan coba coba menerima Sosialisasi oleh PT tersebut sebelum PT. tersebut berkonsultasi dengan Pemda Mamasa.

Lebih lanjut dirinya akan menyampaikan jika masyarakat tidak setuju tambang itu pasti tidak akan berjalan ini terbukti dari beberapa permohonan termasuk permohonan masyarakat dan pemuda.Rus/Rah

Artikel ini telah dibaca 3368 kali

#WARTA FOTO
FOTO IRIGASI TOMMO
Baca Lainnya