Hukrim

Kamis, 27 Agustus 2020 - 22:32 WIB

6 bulan yang lalu

logo

Aspidsus Kejati Sulbar bersama Penkum Kejati Sulbar, melakukan konfrensi pers Korupsi jalan Urekang Salutambung

Aspidsus Kejati Sulbar bersama Penkum Kejati Sulbar, melakukan konfrensi pers Korupsi jalan Urekang Salutambung

Kasus Korupsi Jalan Urekang Salutambung, KPA Tersangka Namun Belum Ditahan

MAMUJU, pojokcelebes.com | Mantan Kadis Pekerjaan Umum ( PU ) Provinsi Sulawesi Barat ( Sulbar ) inisial NS. Kamis ( 27/8 ), kembali terperiksa oleh penyidik tindak pidana khusus pada Kejaksaan Tinggi ( Kejati ) Sulawesi Barat ( Sulbar ), pada kasus Korupsi peningkatan jalan Urekang Salutambung, mantan Kadis PU Provinsi ( Sulbar )

Dikonfirmasi kepada Penkum Kejati Sulbar, Amiruddin, SH kepada pojokcelebes.com membenarkan adanya pemeriksaan tersangka insial NS. Kata dia, pemeriksaan yang berlangsung dirungan penyidik berlangsung selama Empat jam lebih.

” Iya tadi, tersangka sudah diperiksa selama Empat jam diruangan penyidik tindak pidana khusus Kejati Sulbar, dan belum ada info apakah besok masih diperiksa atau tidak, “kata Amiruddin.

Saat ditanya, apakah mantan Kadis PU setelah ditetapkan menjadi tersangka, penyidik langsung menahannya seperti tersangka lainnya ?. Amiruddin hanya menjawab singkat, bahwa tersangka tidak ditahan dengan alasan masih kooperatif sama penyidik.

” Tersangka masih kooperatif sama penyidik. Selain itu, aAlasan subyektif dan obyektif. Penyidiknya belum perlu melakukan penahanan karena kapan dibutuhkan tersangka memenuhi panggilan penyidik.” singkat Amiruddin.

Seperti diketahui, Dua terdakwa Rahbin dan Imlhal, baru – baru ini telah menjalani sidang perdananya dengan agenda pembacaan dakwaan di pengadilan Tipikor Mamuju. Sementara terdakwa Adrian juga masih menunggu sidang peradanaya dengan agenda pembacaan dakwaan. Nama mantan Kadis PU Provinsi Sulbar, NS juga disebut – sebut namanya dalam dakawaan Imhal dan Rahbin.

Akibat perbuatan terdakwa bersama – sama dengan Rahbin R, Ardian, dan NS. Terhadap kasus ini negara mengalami kerugian negara sebesar 1,4 Miliar, sebagaimana hasil perhitungan ahli berdasarkan laporan hasil audit dari Inspektorat Provinsi Sulawesi Barat, dengan Nomor : SR-700.0401 / 198 / V / Itprov / 2020 tanggal 18 Mei 2020 sebesar 1,4 Miliar atau setidak-tidaknya sekitar jumlah tersebut, dengan rincian sebagai berikut :

a. Uang Muka 20 persen Rp 1.766.255.800,00
b. Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang dipungut dan disetor Rp 160.568.709,00
c. Jumlah Real Cost pembayaran Uang Muka (a-b) Rp 1.605.687.091,00

d. Hasil Perhitungan Pekerjaan Tim Ahli 1,86 persen Rp 164.147.426,99
e. Sebelum PPN Rp 14.922.493,36
f. Jumlah Real Cost pekerjaan (d-e) Rp 149.224.933,63

g. Jumlah Kerugian Keuangan Negara (c-g) Rp 1.456.462.157,37

Dan diakhir pembcaan dakwan, JPU menyebut perbuatan Terdakwa bersama-sama dengan Rahbin dan ASrdian Serta Nasaruddin melanggar Pasal 2 ayat (1) jo. Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Jo Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang- Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 56 ke- 1 KUHP. |Adji

Artikel ini telah dibaca 4474 kali

#WARTA FOTO
FOTO IRIGASI TOMMO
Baca Lainnya