Advertorial

Minggu, 30 Agustus 2020 - 01:26 WIB

2 bulan yang lalu

logo

8.000 ton Ekpsor Perdana Komoditas Pertanian Dilepas Gubernur ABM

MAMUJU pojokcelebes.com | Kepala Badan Karantina Pertanian Indonesia, Ali Jamil bersama Gubernur Sulawesi Barat, Ali Baal Masdar di dampingi Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas 111 Belang-Belang Capten, Kristina Anthon, Kapolda atau yang mewakili, Danrem, Bupati Mamuju atau yang mewakili, Kepala SKP Kelas 11 Mamuju, Kepala Dinas Perkebunan Sulbar, Kepala Dinas Pertanian Sulbar Wakil Ketua DPR Provinsi Sulbar, Kepala Bea Cukai Pare-Pare melepas ekspor perdana komoditas pertanian. Senin 27/07/2020

Gubernur Sulawesi Barat Ali Baal Masdar mengatakan di sela-sela di saat pelepasan ekspor, sangat berharap kedepan Ekspor Cangkang ini dapat di tingkatkan, “Sekarang kita pelepasan pengesporan perdana komuditi Cangkang sebanyak 8.000 ton tujuan Thailand, muda-mudahan kedepan bukan negara Thailand saja, tapi negara tetangga lainnya dan komuditi cangkang bertambah terus dan kita bisa mengespor dua samapi tiga kali, saya berharap bukan itu saja yang kita bisa Ekspor, tapi komuditi lain juga. Tutupnya

Kepala Badan Karantina Pertanian Ali Jamil, juga menyambut baik adanya pengesporan perdana ini, sekarang kita sama-sama berada di pelabuhan Belang-Belang Kelas 111 dalam rangka melepas pengesporan perdana komuditi Cangkang yang bahan bakunya dari Kelapa Sawit. Ini sesuai arahan Bapak Mentri Pertanian dan Bapak Presiden untuk mengejar terus ekspor pertanian, CV. Anuggrah Abadi sebagai mitra kerja akan membawa sekitar 8.000 ton, ini salah satu indikator kinerja program strategis Bapak Mentri Pertanian yang namanya Gerakan tiga kali ekspor (Grapiks) selama lima tahun, harapan menteri ada peningkatan tiga ratus persen, ternyata terbukti.

Lanjutnya, walaupun pelepasan perdana tapi eksportinya ada peningkatan di Belang-Belang dan tujuannya Thailand berarti potensi serta peluang lebar-lebar walaupun komuditasnya Cangkang Kelapa Sawit, sebelumnya ada perusahaan lain tapi tujuannya Jepang.

Saya berharap, CV. Anuggrah Abadi sebagai mitra kerja agar bisa mengespor 2 sampai 6 kali sebulan, dan bukan itu saja di Sulbar ini banyak potensi pertanian yang sangat menjanjikan seperti, Kakao, Kopi, kelapa dalam, pisang, manggis, kedelai “Saya minta supaya jangan lagi di berangkatkan di kalimantan, tapi di berangkatkan di Sulbar supaya nilainya masuk di daerah Sulbar supaya Masyarakat Sulbar sejahtera dan Mala’bi. Tuturnya | Zul

Artikel ini telah dibaca 672 kali

Baca Lainnya