Hukrim

Rabu, 2 September 2020 - 22:21 WIB

6 bulan yang lalu

logo

Suasana sidang Tipikor di PN Mamuju, ppada perkara Korupsi ruas jalan Urekang Salutambung dengan agenda pemerisaan saksi.

Suasana sidang Tipikor di PN Mamuju, ppada perkara Korupsi ruas jalan Urekang Salutambung dengan agenda pemerisaan saksi.

Sidang Korupsi Jalan Urekang Salutambung, Hakim Tipikor Warning Saksi PPTK

MAMUJU, pojokcelebs.com | Sidang Korupsi perkara peningkatan ruas jalan Urekkan Salutambung di Pengadilan Tipikor Mamuju, yang menyeret Tiga nama menjadi terdakwa diantaranya Rahbin, Imhal dan Adrian. Hari ini Rabu ( 2/9 ), sidang kembali digelar dengan agenda pemeriksaan saksi.

Kali ini, pihak jaksa penutut umum ( JPU ) menghadirian Empat orang saksi diantaranya Andi Dewi sebagai PPTK pada proyek peningkatan jalan Urekang Salutambung, Indirawati bendahara pembantu dari pihak dinas PU Provinsi Sulbar. Warih sebagai mantan kepala cabang Jamkrimdo cabang Sulbar dan Ongky Prasetyo adalah mantan kepala seksi bisnis dari Jamkrimdo cabang Mamuju.

Sidang Tipikor yang masih dilakukan secara virtual dan berlangsung di ruangan PN Mamuju. Diketahui, sidang dipimpin langsung ketua majelis Hakim Nurlely, SH dan Dua orang hakim anggota Irawan Ismail, SH,MH dan Yudikasih waruwu, SH, MH.

Sidang pemeriksaan saksi yang berlangsung dari pagi hingga sore hari ini, Keempat saksi yang bergantian diperiksa majelis Tipikor terlihat dicecar sejumlah petanyaan. Baik dari majelis hakim Tipikor maupun JPU dan penasehat hukum terdakwa.

Seperti salahseorang anggota hakim Yudikasih mempertanyakan soal kinerja saksi PPTK yang tidak teliti dalam melakukan pekerjaannya sebagai PPTK pada proyek peningjatan ruyas jalan Ureakang Salutambung. Bahkan kata dia, meminta kepada saksi PPTK untuk berinovasi sehingga tidak terjerat hukum dengan alasan jika dilihat perkara ini, tidak ada kerugian negara jika PPTK tidak menandatangani surat perintah membayar ( SPM ).

” Kalau saudara ( PPTK ) tidak tanda tangan SPM kemungkinan tidak ada kerugian negara. Hal ini ibu harus hati – hati, karena ibu tanda tangan, ” tegas Hakim dengan mewanti – wanti kepada saksi Dewi sebagai PPTK proyek peningkatan ruas jalan Urekang Salutambung.

Pantaun media ini, pada sidang Tipikor di PN Mamuju. Beberapa keterangan saksi Dewi sebagai PPTK yang terungkap dalam fakta persidangan. Diantaranya, bahwa tanda tangan direktur utama PT. samarinda atas nama Petrus ada yang palsukan. Selain itu, saksi Dewi juga menyebutkan yang datang menghadap untuk meminta pencairan uang muka adalah Kedua terdakwa yakni Imhal dan Rahbin. Selain itu, Dewi juga menjawab pertanyaan majelis hakim bahwa proyek peningkatan ruas jalan tidak rampung karena tiba – tiba langsung putus kontrak, bahkan PPTK juga sudah melayankan surat teguran kepada kontraktor sebelum terjadi putus kontrak.

” Kami sebagai penggung jawab administarsi yang mulia, berdasarkan laporan konsultan dilapangan bahwa tidak ada progres pekerjaan sehingga dilakukan teguran melalui surat sesuai dengan prosedur hingga dilakukan pemutusan kontrak, ” urai Dewi

Seperti diketahui sidang kali ini dihadiri Tiga orang JPU, Hijas, SH, ARif, SH dan Faizal, SH. Sedangankan dari pihak penasehat hukum terdakwa adalah Nasrun, SH, Dedi, SH, MH, dan Andi Toba, SH. Sidang kembali dilanjutkan pada pekan depan dengan agenda masih pemeriksaan saksi.|Dji

Artikel ini telah dibaca 79 kali

#WARTA FOTO
FOTO IRIGASI TOMMO
Baca Lainnya