Hukrim

Selasa, 22 September 2020 - 18:42 WIB

5 bulan yang lalu

logo

Massa komunitas peduli pendidikan Sulbar, berdialog dengan Bawaslu Kab. Mamuju.

Massa komunitas peduli pendidikan Sulbar, berdialog dengan Bawaslu Kab. Mamuju.

Isu Dugaan Ijazah Palsu di Pilkada Mamuju Diwarnai Protes

MAMUJU, pojokcelebes.com | Isu soal adanya dugaan ijazah palsu milik salah seorang kandidat pada pasang wakil bupati Mamuju, atas nama Ado Mas’ud, diwarnai aksi protes. Hari ini, Selasa siang ( 22/9  ) Puluhan pemuda yang mengatasnamakan komunitas peduli pendidikan Provinsi  Sulawesi Barat ( Sulbar ), mendatangi Kantor Bawslu dan KPU Kabupaten Mamuju.

Pantauan Media, puluhan pemuda yang membawa alat pengeras suara dengan menyuarakan sejumlah tuntutannya. Sebelumnya, massa aksi
bergerak dan menggelar aksi di depan kantor KPU Kabupaten Mamuju, dan
berakhir di kantor Bawaslu Kabupaten Mamuju.

Dino Alpian Hamid sebagai koordinator aksi, mengatakan perlu
penyelenggara Pemilu di Kabupaten Mamuju mengkaji kembali berkas
kelengkapan milik salah seorang pasangan calon wakil bupati yang
diduga mengantongi ijazah palsu.  Dihadapan Komisioner Bawaslu
Kabupaten Mamuju, Dino yang mewakili massa aksi membeberkan beberapa fakta – fakta yang dikantonginya. Seperti kata dia, ada 7 poin yang
disebutkan diantaranya.

1. Bahwa ijazah yang digunakan atas nama Ado Mas’ud adalah ijazah dari universitas veteran republik Indonesia ( UVRI ) Makassar yang dikeluarkan oleh yayasan Karya Dharma Daerah Makassar  dengan nomor ijazah : UV 0  – B – 06. 01305.11 serta nomor pokok mahasiswa 0941298, yang diteken oleh Dekan Herman Sipayo dan rektor Baso Amran Amir tertanggal 14 November 2011.

2. Nomor Induk mahasiswa yang sama yakni 0941298 saat dichek online di pddikti.kemendikbud.go.id ternyata atas nama Eduardus Ando dengan status belum lulus.

3. tahun 2011 rektor UVRI adalah Prof. Samsul Bachri bukan Drs. Baso Amran Amir, M,Si seperti yang bertanda tangan di ijazah . Jabatan Drs. Baso Amran Amir, M,Si ketika itu adalaTahun h Sekertaris Yayasan Karya Darma.

4. Sejak Tahun 2008 – 2011 Drs. Baso Amir, M.Si menandatangani kelulusan 900 Mahasiswa yang tidak diakui keabsahan ijazah oleh kopertis Wilayah IX (sekarang L2DIKTI).

5. Berdasarkan surat kopertis No. 3934/009/KL/2011 (Prof. DR. H. Muhammad Basri Wello, MA) menyatakan kampus UVRI di Jalan Bawakaraeng 72 Makassar dan kampus II UVRI di Jl Baruga Raya Antang Makassar diakui legal. Sedangkan kampus UVRI dibawah pimpinan Drs. Baso Amran Amir, M.Si, yang terletak di Jl. WR. Soepratman dianggap ilegal.

6. Klaim KPU Mamuju bahwa pihaknya telah menerima surat dari L2DIKTI Wilayah II Sulawesi dan Gorontalo (Dahulu kopertis IX) patut diragukan kebenarannya. Andaipun itu benar- benar ada, patut diduga dikeluarkan atau diperoleh dengan cara melanggar hukum karena tidak mungkin sebuah institusi mengeluarkan surat yang berbeda apalagi ini soal keabsahan ijazah.

7. Klarifikasi Ado Mas’ud disebuah media online dengan mengatakan bahwa “Saya sudah dua periode jadi anggota DPRD Kabupaten Mamuju, tidak mungkin ijazah saya palsu, bahkan pihak dari KPU sudah membenarkan keabsahan ijazah dari hasil klarifikasi kepihak PDDikti” merupakan pembelaan yang sangat lemah secara hukum bahkan cenderung pembelaan politis.

” Karena itu kami berharap ke Bawaslu Kabupaten Mamuju, agar mendesak KPU Kabupaten Mamuju  untuk melakukan verifikasi ulang secara menyeluruh atas adanya dugaan ijazah palsu, ” harap Dino.

Sementara kata Ketua Bawaslu, Rusdin mengaku sebelumnya, telah
menerima laporan terkait dugaan ijazah palsu calon wakil bupati Ado
Mas’ud. Tetapi kata dia, pihaknya belum menanggapinya karena pelapor
tidak mencantumkan identitas serta kontak person yang jelas yang menyulitkan dihubungi.

” Memang ada masuk laporan soal dugaan ijaza palsu, tetapi kami kesulitan karena unsur materilnya belum mencukupi karena pelapor tidak
mencantumkan kontak person yang jelas,” kata  Rusdin.

Masih dia, karena sebelumnya ada laporan masuk ke Bawaslu soal dugaan
ijazah palsu, ditambah dengan adanya penyampaian aspirasi dari aksi damai ini. Terkait ini, pihak Bawaslu akan melakukan investigasi atau
penelusuran soal laporan tersebut. Jika kata dia, dalam hasil
penelusurannya memenuhi unsur formil materil akan dinaikkan ke sentra
Gakkumdu.

” Kita belum melihat apakah ada ijazah palsu atau tidak. Namun laporan
masuk ini kami akan lakukan penelusuran lebih dulu, apakah bisa
dibuktikan unsur formil matrilnya atau tidak. Jika memenuhi unsur akan
dinaikkan ke sentra Gakkumdu.” singkat Rusdin

Terpisah dihubungi Yusuf, SH selaku kusa hukum calon bupati dan wakil
bupati Mamuju, Sutina dan Ado Mas’ud, dengan tegas mengatakan ijazah
S1 milik calon wakil bupati atas nama Ado Mas’ud, menyebutkan bahwa
sah secara hukum karena jauh sebelumnya sudah ada hasil klarifikasi
oleh pihak UVRI Makassar.

” Saya dengan tegas mengatakan bahwa ijazah pak Ado asli secara hukum,
dengan dibuktikan ada hasil klarifikasi dari pihak UVRI, kan yang bisa
menyebut itu palsu atau tidak adalah pihak universitas, “tegas Yusuf

Masih dia atas hasil klarifikasi pihak universitas terhadap ijazah
atas nama Ado Mas’ud menyebut ijaza itu asli, selanjutnya, pihak KPU
menuangkan berita acara dengan nomor 19 / PL.002 : / BA / 7602 / KPU /
KAB  / IX / 2020 dengan menyebutkan berita acara hasill klarifikasi
kesesuaian KTP Elektronik dan pemilik Ijazah.

” jadi jelas sekali bahwa ijazah milik pak Adi mas’ud itu benar dan
sah secara hukum, OK ” pungkas Yusuf.|Adji

Artikel ini telah dibaca 1793 kali

#WARTA FOTO
FOTO IRIGASI TOMMO
Baca Lainnya