Hukrim

Selasa, 22 September 2020 - 21:19 WIB

5 bulan yang lalu

logo

PSK Menangis saat Terjaring Razia

POLMAN, pojokcelebes.com | Petugas gabungan dari Kepolisian, Satpol PP dan pemerintah setempat, harus membongkar bilik asmara, pada salah satu rumah di kawasan lokalisasi Gubuk Derita, Kabupaten Polewali Mandar.

Pembongkaran dilakukan, setelah pemilik rumah berinisial NR ( 40 ) yang juga berprofesi sebagai pekerja seks komersial ( PSK ), diketahui masih menerima tamu, kendati telah berulang kali mendapat peringatan dari petugas.

Saat razia berlangsung, di rumah NR yang terletak di kelurahan Sidodadi, Kecamatan Wonomulyo, Selasa siang (22/9/2020), petugas mendapati Dua pria. Satu pria berusia lanjut baru saja mengkomsumsi minuman keras, sementara pria paruh baya lainnya, didapati bersembunyi di dalam kamar mandi. Kuat dugaan pria tersebut baru saja mendapat pelayanan plus-plus dari sang pemilik rumah, yang juga kerap bertindak sebagai mucikari.

Lurah sidodadi, Abdul Asis Bande mengatakan, maksud dan tujuan pembongkaran di lokasi yang dikenal masyarakat sebagai gubuk derita, soalnya sudah puluhan tahun kita peringati, baik secara tertulis, dibuatkan pernyataan secara tertulis, tapi si germonya ini tidak kapok, tidak mengindahkan. Jadi, olehnya itu kalau kita ini aparat negara tidak serius, tidak tegas, kita ini tidak dianggap sebagai aparatur negara. Saatnya kita tegas, kita harus tegas ini.

“Beraktivitas lagi, ada laki-laki dua, bukan muhrimnya ada di sini, bahkan mengaku dia minum minuman keras “ ucapnya yang di temui di lokasi

Lebih lanjut Asis menjelaskan, untuk itu, dia meminta ketegasan semua pihak dan dukungan seluruh masyarakat, agar praktek dan semua tempat prostitusi terselubung, yang meresahkan warga di daerah ini dapat dihapuskan,

“ Kami meminta dukungan dari masyarakat dan pemerintah, semua institusi terkait, kita serius, jangan sampai, negara, pemerintah kalah dalam hal pemberantasan tempat maksiat. Kita minta dukungan dari semua institusi, tempat-tempat maksiat kita minimalkan, kita habiskan, tidak boleh lagi ada di wilayah Polewali Mandar, “ tegasnya

Saat terjaring razia, NR sempat mencoba melarikan diri, namun berhasil dihalau petugas. Dia juga terlihat menangis, tak kuasa menahan kesedihan, melihat bilik asmara di rumahnya, yang selama ini dimanfaatkan untuk mengumpulkan rupiah dibongkar petugas.

Kendati mengaku bersalah, NR meminta petugas tidak tebang pilih dalam upaya memberantas praktek prostitusi terselubung di daerah ini

” Kenapa hanya saya pak yang dirazia, jangan mau dibohongi sama yang lainnya, lihat saja, jangan saya saja selalu, karena saya tau yang lain juga masih begitu “, ungkap NR berurai air mata.

Kepada petugas, NR juga menyampaikan niat untuk berhenti dari profesinya dan angkat kaki dari daerah ini. Dia menunggu tanah beserta rumah yang menjadi tempat tinggalnya saat ini, laku terjual,

“ Tunggumi pak, saya juga mau berhenti, mauka pulang ke kampungku, lakupi tanah dan rumahku “, ungkapnya dengan nada tegas.| Rah

Artikel ini telah dibaca 3717 kali

#WARTA FOTO
FOTO IRIGASI TOMMO
Baca Lainnya