Hukrim

Kamis, 1 Oktober 2020 - 19:38 WIB

5 bulan yang lalu

logo

Foto ilustrasi

Foto ilustrasi

Dugaan Praktik Nakal Pungli di Rutan Mamuju

MAMAUJU, pojokcelebes.com | Lembaga Pemasyarakatan ( LP ) Rumah Tahanan ( Rutan ) Mamuju, yang berlokasi di jalan Penggayoman Mamuju Provinsi Sulawesi Barat, akhir – akhir ini mendapat keluhan dari penghuni warga binaan. Keluhan itu, terkuak setelah ada dugaan praktik nakal pungutan liar ( Pungli ) yang terjadi dalam Rutan.

Seperti yang disampaikan oleh Dua orang warga binaan yang tidak mau disebut namanya lewat via telepon, belum lama ini. Keduanya, mengeluarkan curahan hati ( Curhat ) ke wartawan media ini. Keduanya pasrah dan sabar menjalani hukuman yang dijatuhkan akibat perbuatan salah yang dilakukan. Namun, semakin menyedihkan saat menjalani kehidupan dalam bilik sel mendapatkan perlakuan yang bertentangan dengan aturan. Lewat handphone, keduanya bercerita kepada media ini dengan membeberkan dugaan aksi nakal oknum petugas dalam Lapas Mamuju, seperti Pungli, diantaranya  adalah, adanya paraktik jual beli sewa kamar tahanan yang bisa dirupiahkan hingga jutaan. Hal ini kata dia, praktik ini sangat menganggu kenyamanan dalam menjalani hari – harinya dalam sel dan ini harus di basmi oleh Kakanwil Kumham Sulbar .

” Iya pak, kami diundang ke ruangan oleh oknum petugas Lapas dan disuruh membayar sel yang ditempati. Karena saya tidak ada uang, ya pasrah saja dan siap dipindahkan ke bilik tahanan lain, ” kata salah seorang penghuni Lapas Mamuju, yang tidak bersedia disebut namanya.

Selain jual sewa kamar kepada penghuni Rutan, sebut dia, adanya dugaan Pungli bagi yang terbukti memiliki handphone dalam sel. Artinya ungkap dia, jika ada penghuni Rutan kedapatan memiliki Handphone dalam sel dan berhasil disita oleh petugas dalam Rutan, sang pemilik handphone harus siap – siap menebus dengan uang 500 Ribu per handphone.

” Kalau ada penghuni kedapatan membawa Hp pasti disita karena memang aturan dilarang bawa HP dalam Rutan. Tapi yang menjadi soal kalau HP sudah berhasil disita oleh petugas dan pemilik HP itu jika menembusnya harus bayar 500 Ribu.” Jelasnya.

Tidak hanya itu, sang pemberi informasi juga kepada media ini mengaku, dalam Lapas adanya rekayasa hasil tes urine bagi penghuni yang mengikuti tes urine yang dilakukan oleh oknum petugas Lapas. Dan lagi – lagi diduga terjadi Pungli karena bagi yang postif urinenya juga harus membayar yang ditentukan.

” Dites urine pak, pertanyaannya siapa yang makai narkoba dalam sel tidak mungkinlah ada Narkoba masuk, yang lucunya masa kok disuruh bayar bagi yang positif tes urinenya yang katanya postif, ” sebutnya dengan tanda tanya.

Ditemui terpisah, Kadiv Lapas Kemenkumham Perwakilan Sulbar, Elly Yuzar, kepada media ini mengatakan, soal adanya keluhan penghuni Lapas itu biasa – biasa saja dan bukan kali ini terjadi. Namun jika ada keluhan seperti ini, pihaknya langsung akan menindak lanjuti dan tetap cek kebenaran informasi tersebut.

” Ini kan kita belum tau apa benar terjadi seperti itu. Makanya saya akan coba cek informasi tersebut. bang tau, yang dipenjara itu semua yang pernah melakukan kesalahan, jadi wajarah ada keluhan seperti itu. Tetapi kita tetap terima info itu dan kami akan tindak lanjuti, ” ujar Yuzar

Masih dia, soal adanya dugaan keluhan Pungli dalam Lapas sudah pasti akan ditindak lanjuti mengkroscek kebenaran info tersebut, seperti keluhan jual beli sewa kamar, Pungli penyitaan handphone dan rekayasa tes urine. Namun dengan tegas Yuzar, kepada wartawan media ini, meminta untuk memberikan bukti yang jelas agar petugas devisi Lapas bisa melakukan penindakan terhadap oknum tersebut jika benar melakukan.

” Besok saya akan turunkan anggota saya, untuk mencari cari tau informasi ini. Dan Ini harus menjadi perhatian bersama apalagi Rutan itu mau menghadapi WBK tentu harus berbenah termasuk pelayanan Napi harus ditingkatkan . Dan soal kebenaran info itu sudah sejauh dimana soal adanya Pungli, ini harus di investigasi dulu dicek kebenarannya. Kalau bisa bang, kalau ada bukti seperti bukti video atau bukti transfer bank tolong serahkan sama saya, jika terbukti sudah pasti akan saya tindak oknumnya,” tegas Elly.| Dji

Artikel ini telah dibaca 913 kali

#WARTA FOTO
FOTO IRIGASI TOMMO
Baca Lainnya