Celebes

Rabu, 7 Oktober 2020 - 16:42 WIB

5 bulan yang lalu

logo

Tolak Omnibus Low, Massa Aksi Geruduk Gedung DPRD Prov. Sulbar

MAMUJU, pojokcelebes.com | Ratusan massa aksi dari berbagai aliansi di Dua kabupaten di Provinsi Sulawesi Barat ( Sulbar ), Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Majene. Rabu ( 7/10 ), menggelar demontrasi penolakan undang – undang Omnibus Law yang baru saja disahkan oleh DPR RI.

Seperti yang terjadi di Mamuju ibu kota Provinsi Sulbar, gelombang demonstrasi terjadi di kantor Dprd Provinsi Sulawesi Barat.

Didepan Kantor DPRD Provinsi Sulbar,  bergantian menyuarakan dengan mendesak pemerintah membatalkan pengesahan Undang – Undang Omnibus Law yang telah disahkan DPR RI dan Pemerintah pada 05 Oktober kemarin. Massa aksi menganggap jika DPR RI menghianati rakyat Indonesia, dengan pengesahan undang – undang Omnibus Low yang dianggap karpet merah untuk Corporasi asing.

” RUU Cipta Kerja secara akademik bertentangan dengan konstitusi 1945 dikarenakan statusnya akan menjadi paying hukum bagi aturan yang lain, sedangkan Indonesia saat ini tidak sedang menerapkan sistem hukum common law, yang dimana hukum diatur berdasarkan pada kebiasaan yang ada di masyarakat, sistem hukum seperti ini kemudian menjadikan hakim sebagai satu-satunya sumber pengambilan keputusan dalam pengadilan itu sendiri Tidak hanya itu Omnibus Law RUU Cipta Kerja juga telah menghianati cita – cita kemerdekaan Indonesia yang menginginkan terciptanya masyarakat yang sejahtera adil dan makmur,” ujar Sakti, sebagai koordintaor umum, Sakti.

Massa aksi menuntut kepada DPRD Sulawesi Barat, untuk melayangkan surat ke DPR RI sebagai bentuk penolakan undang- undang Omnisbus Low, selain itu massa menuntut pemerintah untuk mengeluarkan perpu pembatalan undang – undang Omnibus Law.

“Hari ini kami menyatakan mosi tidak percaya kepada DPR, DPR telah Menjadi penghianat Rakyat. Kami minta dewan di Provinsi Sulbar, untuk melayangkan surat kepada DPR RI,” ujarnya

Meski sempat bersitegang dengan aparat kepolisian, massa kemudian tenang setelah ditemui Wakil ketua DPRD Sulbar Fraksi Nasdem, Abdul Rahim.

Kepda Massa, Abdul Rahim menyatakan jika gelombang penolakan terhadap Undang-undang Omnibus Law ( Cipta lapangan kerja ) sudah terjadi begitu kuat, bahkan DPRD Sulbar telah sekian kali menerima aspirasi yang sama.

“Gelombang penolakan di Sulawesi Barat Memang terus mengalir, bahkan kami di DPRD Provinsi telah membuat surat untuk diteruskan ke DPR RI,” Abdul Rahim kepda Massa Aksi

Setelah Dua jam berdilog di ruangan Rapat DPRD Sulbar, massa kemudian membubarkan diri.|Djie

Artikel ini telah dibaca 1679 kali

#WARTA FOTO
FOTO IRIGASI TOMMO
Baca Lainnya