Hukrim

Sabtu, 10 Oktober 2020 - 16:15 WIB

5 bulan yang lalu

logo

Proyek Arteri Mamuju, Sedot Miliaran Rupiah Jadi Sorotan

MAMUJU, pojokcelebes.com | Big Proyek jalan arteri yang menyedot anggaran 214 Miliar, dari APBN tahun 2016, di wilayah kota Mamuju Provinsi Sulawesi Barat ( Sulbar ), mengisahkan banyak pertanyaan publik.

Proyek dikerjakan oleh PT Hutama Karya ( HK ) yang sudah rampung itu, diketahui ada beberapa item yang harus dibenahi oleh kontraktor. Seperti perbaikan adanya penurunan permukaan jalan yang menyambungkan ujung jembatan, dan ini sering mengancam keselamatan pengguna jalan. Selain itu, pagar besi pengaman jalan beberapa titik di bobol oleh warga yang bermukim di seputaran jalan serta jika musim penghujan beberapa titik jalan mengalami kebanjiran hingga airnya meluber dijalan jalan.

” Aduh pak, parah kalau hujan didepan rumah sakit Bhayangkara dan dekat perempatan jalan ke pelabuhan selalu tergenang air. Jika melintas di jembatan harus Berhati – hati karena ujung jembatan jalannya sedikit ada penurunan, ¹” keluh salahseorang pengguna jalan yang tidak mau disebut namanya.

Selain itu, media juga mendapat informasi, bahwa biaya pemeliharaan jalan arteri rupanya jumlahnya besar yakni kurang lebih 10 Miliar. Dan biaya ini, konon menjadi biaya pemeliharaan sepeti perbaikan taman sepanjang jalan arteri, perbaikan kembali lampu jalan dan perbaikan jalan yang mengalami penurunan.

Dikonfirmasi kepada Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi ( LPJK ) Sulbar, Hasrat Lukman mengatakan seharusnya Balai Pengawasan Jalan Nasional ( BPJN ) Wilayah Sulbar, tidak menerima atau menyetujui hasil pekerjaan kontraktor yang dinilai asal – asalan itu.

“Terkait pekerjaan pemeliharaan yang berjalan sekarang, saya melihat harusnya dikerjakan sesuai standar karena jalan arteri ini menjadi ikon Sulbar. Jadi diperbaikilah dengan baik agar masyarakat bisa menikmatinya, ” katanya, Sabtu, 10 Oktober 2020.

Soal adanya penurunan badan jalan yang menghubungkan ujung jembatan, kata dia, harus total diperbaiki. Pasalnya, pengendara akan terancam keselamatannya jika saat melintas. Dan kata dia, seharusnya tidak ada hambatan jika jalan ini sudah difungiskan.

“BPJN tak boleh takut ketika ada yang tidak beres dalam pekerjaan. Kita harap semua infrastruktur di Sulbar itu sesuai standar. Jangan asal – asalan, apalagi Mamuju yang dipersiapkan sebagai daerah penyanga Ibu kota baru,” jelasnya.

Lanjut kata dia, jika perlu Balai jalan melibatkan dinas perhubungan untuk menilai standar jalannya. Apalagi dengan fakta bahwa yang mengerjakan adalah perusaaahn yang ada di Sulbar, sebuah  perusahaan lokal yang notabene harus memperjelas dan memperhatikan infrasturktur di Sulbar, agar bisa dinikmati dengan baik.

 “Jalan arteri juga sebaiknya melibatkan Dishub, sehingga ada ukuran bagaimana jalan tidak membahayakan,” jelasnya.

Ditempat terpisah, PPK Pekerjaan Jalan Nasional ( PJN ) Wilayah Sulbar, Amirullah, mengatakan, pihaknya berhak mengklaim sisa dana pemeliharaan yang dikelola oleh kontraktor jika syarat itu tidak tuntas. Namun hal itu tidak dilakukan lantaran melihat adanya upaya dari pihak kontraktor menyelesaikan beberapa item pekerjaan perbaikan jalan Arteri.

“Kita masih beri waktu sampai tanggal 11 oktober 2020, kalau tidak dapat diselesaikan kami klaim anggaran pemeliharaannya,” tegas Amirullah.

Berdasarkan laporan kontraktor, lanjut Amirullah, untuk lampu penerang dan pagar sudah rampung, tersisa  perbaikan retakan salah satu jembatan. Bakal dilakukan penambahan aspal.

“Jalannya turun 15 centimeter, itu yang sementara dikerjakan oleh pihak kontraktor, ” tutupnya. | Dji

Artikel ini telah dibaca 2270 kali

#WARTA FOTO
FOTO IRIGASI TOMMO
Baca Lainnya