Celebes

Minggu, 11 Oktober 2020 - 17:38 WIB

5 bulan yang lalu

logo

Pasca Bencana Banjir di Mamasa, Polisi Lakukan Lidik Dugaan Penebangan Liar

MAMASA,pojokcelebes.com |  Bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi Desa Rippung, Kecamatan Messawa, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, Kamis malam (8/10) sekitar pukul 13.40 Wita. Pemerintah Kabupaten Mamasa, langsung melakukan perbaikan setiap titik longsor di bantu oleh polisi dan TNI.

Ditengah pantauan media ini dilokasi banjir bandang, pasca longsor terlihat sejumlah kayu dibawa oleh air tertumpuk di beberapa titik yang diduga hasil penebangan liar.

Kapolres Mamasa, AKBP Indra Widyatmoko kepada media ini mengatakan, pasca bencana yang terjadi di Kecamatan Messawa, hingga saat ini belum ada laporan dari warga soal adanya  dugaan penebangan liar ( Ilegal loging ) sehingga terjadinya banjir. Namun pihaknya akan tetap lakukan lidik pasca banjir, apakah ada dugaan Penebangan liar atau bukan.

” Hingga saat ini belum ada laporan warga soal adanya penebangan liar. Makanya kami belum bisa pastikan apakah itu akibat ilegal logging atau bukan,” kata Indra kepada pojokcelebes.com. Minggu ( 11/10 ).

Lanjut dia mengatakan, jauh sebelumnya sudah dilakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui setiap polsek – polsek, baik di rumah – rumah ibadah dan pertemuan disetiap desa. Kata Dia, meminta kepada masyarakat khususnya bagi petani kebun agar tidak melakukan penebangan liar dalam perluasan perkebunan, karena akan mengakibatkan banjir dan longsor.

” Jauh sebelumnya kami sudah sampaikan ke tingkat polsek- polsek di seluruh wilayah Mamasa untuk melakukan sosialisasi, agar tidak melakukan perluasan kebun dengan melakukan penebangan liar. Karena jika itu di lakukan pasti masyarakat juga yang kena dampaknya.” Jelas Kapolres Mamasa.

Dihubungi ditempat terpisah, Kadis Pertanian Kabupaten Mamasa, Menton kepada media ini mengaku tidak tau menau berapa jumlah kawasan pertanian milik warga khususnya persawahan yang dihantam banjir bandang. Dia berdalih, bencana banjir yang terjadi di Mesawa belum ada laporan berdirinya sebagai Kadis Pertanian.

” Saya belum tau berapa hektar persawahan hancur dihantam banjir karena belum ada laporan ke saya, silahkan tanya langsung ke BPBD,” singkat Menton.

Seperti diberitakan media ini, bencana banjir bandang yang terjadi Kamis malam. Selain, mengakibatkan tiga dusun terisolir puluhan hektar Tanaman padi siap panen juga mengalami gagal panen karena tersapu banjir.

Ada puluhan titik longsoran menuju dusun tersebut memutus akases dan sama sekali tidak dilalui kendaraan baik roda dua maupun roda empat.

Kepala Dusun Maluaya Musra, berharap agar akses jalan yang menjadi urat nadi perekonomian mereka bisa dibuka kembali lantaran mereka sangat kesulitan,keluar masuk dari tempat tinggal mereka.

“Kami berharap jalan kami yang sudah dua hari tertutup ini bisa dibantu oleh pemerintah untuk dibuka kembali, karena kami sangat kesulitan. Apalagi  jalur yang tertutup itu setiap hari di lalai masyarakat jika hendak ke pasar, sekarang tidak bisa lagi,”ungkapya  saat di temui di lokasi longsoran, Sabtu siang 10/10/2020.

Sementara itu kepala desa Rippung, Restu Handayani mengatakan, setidaknya terdapat 200 kepala keluarga di tiga dusun tersebut yang terisolasi hingga saat ini.

“Banjir dan longsor ini begitu memporak porandakan desa kami, selain puluhan hektar area persawahan rusak, 3 dusun masih terisolasi karena jalan mereka tertutup material longsoran,” ungkapnya saat ditemui di Desa Rippung.

Masih Restu menuturkan  jalan tersebut tidak bisa dilalui hingga saat ini lantaran titik longsoran terlalu banyak. | Rah/ Rus

Artikel ini telah dibaca 3492 kali

#WARTA FOTO
FOTO IRIGASI TOMMO
Baca Lainnya