Hukrim

Minggu, 18 Oktober 2020 - 16:55 WIB

4 bulan yang lalu

logo

Kasi Pidusu Kejari Polman menerima uang pengganti 50 Juta dari terpidana lampu jalan Andi Bahartuddin.

Kasi Pidusu Kejari Polman menerima uang pengganti 50 Juta dari terpidana lampu jalan Andi Bahartuddin.

Kejari Polman Berhasil Selamatkan Keuangan Negara, ini Totalnya

POLMAN,pojokcelebes.com | Kejaksaan Negeri Polewali Mandar ( Polman ), berhasil menyelamatkan keuangan negara dengan jumlah total 3.164.800.000, dari perkara lampu jalan Polman tahun 2017.

Kasi pidsus Kejari Polman, Andi Rieker kepada media ini mengatakan, perkara lampu jalan yang menyeret Dua terpidana korupsi atas nama Haeruddin dan Baharuddin. Kata dia, belum lama ini terpidana Andi Baharuddin, juga mengembalikan uang denda sebesar 50 juta setelah dieksekusi berdasarkan salinan Mahkamah Agung RI yang baru saja diterima Kejari Polman.

” Keluarga terpidana yang menyerahkan pembayaran uang denda perkara dri Terpidana Andi Baharuddin sebesar 50 Juta. Uang denda perkara tersebut saya terima langsung. Selanjutnya uang tersebut nantinya akan diserahkan ke bendaharawan khusus kejaksaan Kejari Polman untuk disetorkan ke kas negara, ” kata Rieker.   

Lanjut kata dia, terkait dengan penanganan perkara lampu jalan oleh Kejari Polman. Uang pengganti kerugian negara berhasil dikembalikan sebesar 3  Miliar lebih itu, diakuinya jumlah yang sangat fantastis dan tentunya ini adalah prestasi bagi Kejari Polman selama menangani perkara korupsi dan tentunya ini adalah prestasi Kejati Sulbar yang baru seumran jaagung.  

” Ya sampai saat ini itu adalah jumlah yang paling fantastis dan tentunya prestasi bagi kejari Polman sendiri selama  menangani perkara korupsi sampai saat ini. Ini jg merupakan prestasi bagi Kejaksaan Tinggi sulawesi barat yang baru terbentuk, ” ujar Rieker

Masih dia, sebelumnya putusan majelis hakim Tipikor semuanya dibebankan kepada terpidana Haeruddin untuk mengganti kerugian negara sebagaimana dalam fakta persidangan saat itu. Dimana fakta perbuatan terdakwa A. Baharuddin itu memperkaya orang lain dalam hal ini terdakwa Haeruddin.

” Jadi korupsi itu bukan saja semata – mata memperkaya atau menguntungkan diri sendiri tetapi dapat pula dipidana jika memperkaya atau menguntungkan orang lain atau suatu korporasi, ” urai Rieker.

Seperti diketahui, terpidana Haeruddin, perkara tindak pidana korupsi ( Tipikor ) proyek Lampu jalan tenaga surya ( solar cell ) di 144 desa se – Kabupaten Polman Tahun 2016 dan 2017, yang telah lama berkekuatan hukum tetap ( inkracht ). tanggal 26 Agustus 2020, bertempat di Kantor Cabang Pembantu ( KCP ) Bank Mandiri Wonomulyo Polewali Mandar, telah mengembalikan uang pengganti dan denda perkara ke kas negara dengan total keseluruhan sebesar 3.114.800.000. | Dji

Artikel ini telah dibaca 2173 kali

#WARTA FOTO
FOTO IRIGASI TOMMO
Baca Lainnya