Hukrim

Minggu, 22 November 2020 - 15:57 WIB

3 bulan yang lalu

logo

Kadis Kesehatan Hajai S. Tanga

Kadis Kesehatan Hajai S. Tanga

Diendus, Dugaan Praktik Nakal Pemalsuan Tanda Tangan Kadis Kesehatan Mamasa

MAMASA,pojokcelebes.com | Terkuaknya soal adanya oknum kontraktor yang belum bayar salahseorang supplier dengan jumlah 171 Juta pada proyek pembangunan Puskesmas Lekong Orobua Kecamatan Sesenapadang Kabupaten Mamasa. Rupanya menyisakan persoalan baru soal adanya dugaan praktik nakal yang dilakukan oleh oknum kontraktor.

Selain terkuaknya perbuatan nakal oknum kontraktor yang tidak mau menyelesaikan tangung jawabnya terhadap supplier yang berujung adanya laporan ke pihak yang berwajib ( Polisi ). Kembali diendus, adanya dugaan pemalsuan tanda tangan yang diduga dilakukan oleh oknum kontraktor terhadap pencairan terakhir pada proyek pembangunan Puskesmas Lekong Orobua. Dikabarkan beberapa anggota Pokja sepeti Kuasa pengguna anggaran ( KPA ), PPK, panitia penerima barang dan keuangan menjadi korban pemalsuan tanda tangan.

Dikonfirmasi kepada Kadis Kesehatan Mamasa, Hajai S. Tanga mengakui bahwa paraf atau tanda tangannya miliknya juga menjadi korban pemalsuan yang diduga dilakukan oleh oknum kontraktor. Pemalsuan itu ditengarai, diduga untuk memuluskan percepatan pencairan dana pada proyek pembangunan Puskesmas Lekong yang sudah 95 persen.

” Memang, paraf saya juga ikut dipalsukan oleh oknum kontraktor. Mana mungkin bisa bahar kalau tidak ada tanda tangan saya, dan pada pencairan itu bukan tanda tangan saya, ” kata Hajai yang masih kecewa terhadap oknum rekanan.

Kadis kesehatan sebagai kuasa pengguna anggaran ( KPA ), mengaku adanya dugaan pemalsuan tanda tangan saat terjadi pencairan tahap 95 persen. Namun kata dia, ada dugaan pemalsuan tanda tangan ini, tidak mempersoalkan yang penting bangunan sudah rampung demi mempercepat pelayanan kesehatan.

” Jujur, sebenarnya kami ditipu karena hampir semua tanda tangan kami dipalsukan oknum rekanan pada pencairan tahap 95 persen. Dam kami kaget kok tiba – tiba berproses pencairannya?.  Ya, kita mau apa, prinsip kami, yang penting bangunan itu jadi dan bisa digunakan pelayanan kesehatan,” ungkapnya.

Sementara dikonfirmasi ke Kasat Reskrim Polres Mamasa, Ipda Dedi Yulianto mengaku, hingga saat ini belum ada laporan soal adanya dugaan tanda tangan milik Kadis Kesehatan dan kawan – kawan. Kata dia, terkait pemalsuan tanda tangan itu sebenarnya kata dia pidana apalagi digunakan untuk tipu- tipu.

” Untuk sementara belum ada laporan soal pemalsuan tanda tangan ke kami. Terapi nanti kami kroscek dulu.  Sebenarnya pemalsuan tanda tangan itu masuk pidana apalagi digunakan tipu – tipu, itu sudah salah,” tegas Dedi.| 007

Artikel ini telah dibaca 2409 kali

#WARTA FOTO
FOTO IRIGASI TOMMO
Baca Lainnya