Nasional

Kamis, 26 November 2020 - 22:21 WIB

3 bulan yang lalu

logo

Salahsatu aset milik tersangka korupsi sewa alat berat DKP disita Kejari pasangkayu.

Salahsatu aset milik tersangka korupsi sewa alat berat DKP disita Kejari pasangkayu.

Aset Milik Tersangka Korupsi Alat Berat Disita Kejari Pasangkayu

MAMUJU, pojokcelebes.com | Kasus korupsi mantan pejabat Kadis Kelautan dan Perikanan ( DKP ) Kabupaten Pasangkayu inisial A dengan seorang pihak swasta inisial S, pihak Kejati Pasangkayu masih intens mendalaminya termasuk mencari keberadaan aset tersangka.

Kini, penyidik Pidsus Kejari Pasangkayu, baru – baru melakukan investigasi harta kekayaan milik kedua tersangka. Dipimpin langsung Kajari Pasangkayu, bersama Kasi Pidsus dengan Kasi Intel, berhasil menyita sejumlah harta atau aset tidak bergerak milik Kedua tersangka. 

“ Kami baru – baru ini, kami menyita harta tidak bergerak milik kedua tersangka di beberapa titik di Pasangkayu, hingga di Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah, “ kata Kajari Pasangkayu, Imam S. Sidabutar, SH.MH.

Kata mantan Jaksa Koordinator pidana khusus Kejati Provinsi Gorontalo itu, untuk di Kabupaten Pasangkayu, jaksa telah menyita aset di 4 titik lokasi lahan dengan luas total 3,4 Hektar. Sedangkan untuk di Kabupaten Sigi, Jaksa menyita sebidang tanah dan rumah dengan luas 104 meter.

“ kami menyita harta milik tersangka di Pasangkayu di 4 titik dengan luas total lahan 23,4 hektar dan kami lanjutkan ke Kabupaten Sigi Sulteng dan kami menyita sebidang lokasi dan berdiri sebuah rumah dengan luas lokasi 104 meter.” sebutnya.

Dalam penyitaan aset tidak bergerak milik kedua tersangka. Imam mengaku, telah menggandeng BPN dan kepala desa setempat. Dan setiap aset milik tersangka, pihak kejaksaan mengamankan sejumlah sertifikat atas milik tersangka hingga memberikan garis atau penyegelan. 

Lanjut kata dia, tujuan penyitaan aset milik tersangka itu, hanya untuk memperlancar penyidikan dalam pembuktian di persidangan nanti dengan kerugian negara 7,6 Miliar. 

“ Sidang dalam waktu dekat. Kita melihat dari kerugian negara yang ditimbulkan sangat besar sekali 7,6 Miliar. Sehingga nantinya atas kerugian negara itu bisa ditutupi nilai aset yang disita itu.” pungkasnya.  

Seperti diketahui, terhadap kasus ini Kejari pasangkayu telah menahan tiga tersangka dengan inisial U, S dan A. Ketiganya menjadi tersangka kasus korupsi sewa alat berat ( Eskavator ) pada Dinas Kelautan dan Perikanan ( DKP ) Kabupaten Pasangkayu. Dugaan permainan nakal yang dilakukan Ketiga tersangka adalah sewa alat berat tidak seluruhnya masuk ke kas daerah, sehingga merugikan keuangan negara sekitar 7,6 Miliar, berdasarkan perhitungan kerugian negara ( PKN ) oleh BPKP Provinsi Sulbar.|Dji

Artikel ini telah dibaca 2658 kali

#WARTA FOTO
FOTO IRIGASI TOMMO
Baca Lainnya