Hukrim

Senin, 30 November 2020 - 19:19 WIB

3 bulan yang lalu

logo

Terdakwa Lurah Rangas, Wahyuddin Firdaus, terlihat tenagn mendengar pembacaan putusan oleh hakim ketua.

Terdakwa Lurah Rangas, Wahyuddin Firdaus, terlihat tenagn mendengar pembacaan putusan oleh hakim ketua.

Lurah Rangas Divonis Bersalah Denda 3 Juta Subsider 1 Bulan

MAMUJU,pojokcelebes.com | Sidang perkara pelanggaran Pemilu pada Pilkada Kabupaten Mamuju tahun 2020, yang menyeret nama Lurah Rangas, Wahyuddin Firdaus menjadi terdakwa, divonis bersalah dengan denda 3 juta rupiah subsider 1 bulan penjara. Senin sore ( 30/11 ) sekitar pukul 18.30 Wita.

Pembacaan putusan yang dibacakan oleh hakim ketua Heriyanto SH.MH yang didampingi hakim anggota Nurlely, SH dengan Harwansyah, SH,MH, dihadiri langsung oleh terdakwa yang didampingi Dua kuasa hukum Akriadi, SH dengan Jeck Timbonga, SH, MH.

Dalam materi putusan terdakwa yang dibacakan hakim ketua, dengan mengadili  terdakwa terbukti bersalah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sebagaimana dalam dakwaan terdakwa, menjatuhkan pidana 3 juta bila tidak bayar diganti 1 bulan kurungan penjara. Dan diminta kepada terdakwa untuk mengembalikan vitamin C kepada kedua saudara saksi kamarian dengan Sopiyan.

“ saya kira itu putusannya ya, denda 3 Juta jika tidak dibayar diganti kurungan penjara 1 bulan, “ singkat hakim ketua setelah ketukan palu saktinya.

Terhadap putusan tersebut, penasehat hukum terdakwa, Akriadi bersama Jeck Timbonga mengaku, akan melakukan pikir – pikir selama 7 hari. Dan Akriadi tetap meyakini bahwa kliennya tidak bersalah seperti dalam dakwaan karena menurutnya tidak ada keterangans saksi yang menjelaskan bawa kleinnya mengarahkan memilih salahsatu kandidat.

“ Dari kemarin kami katakan bahwa kasus ini terkesan dipaksakan, dan keterangan saksi berdiri sendiri dan tidak ada keterangan saksi yang mengatakan bahwa klien kami mengarahkan pilih salah satu kandidat. Terhadap putusan tadi, kami minta untuk pikir – pikir selama 1 minggu, apakah kami akan melakukan upaya hukum atau tidak,  “ kata Akriadi kepada sejumlah wartawan.  

Senada dengan jaksa penuntut umum ( JPU ), Arief Mulya Sugiharto, SH,MH mengaku tuntutan sebelumnnya terhadap terdakwa sama dengan putusan majelis hakim yakni denda 3 Juta. Namun subsidernya berbeda. Kalau JPU kata dia, subsider tuntutannya 3 bulan penjara sedangkan majelis hakim hanya 1 bulan.

Terkait putusan yang barusan dibacakan oleh majelis hakim soal pelanggaran Pemilu itu, Arief mengaku juga akan melakukan pikir selama waktu satu minggu.

“ tentu kami pikir – pikir juga, dan kami koordinasikan dulu dengan pimpinan bagaimana selanjutnya, “ singkat Kasi Barang Bukti ( BB )  Kejari Mamuju.

Sidang putusan terhadap terdakwa yang tak lain adalah Lurah Rangas, dihindari sejumlah pegawai PNS serta beberapa pejabat Lurah serta sahabat terdakwa. Kehadiran rekan terdakwa itu tidak lain itu memberikan support kepada terdakwa agar tegar menghadapi persoalan yang dialaminya. |Yma                      

Artikel ini telah dibaca 2284 kali

#WARTA FOTO
FOTO IRIGASI TOMMO
Baca Lainnya