Hukrim

Selasa, 1 Desember 2020 - 16:53 WIB

3 bulan yang lalu

logo

Korupsi ADD 2017, Kades Sipakuan Resmi Menjadi Tahanan Kejari Mamasa

MAMASA,pojokcelebes.com | Kejari Mamasa, hari ini resmi manahanan tersangka Korupsi ADD dan DD Desa Sipakuan inisial DA, selama 20 hari kedepan.

Kejari Mamasa, Erianto,SH mengatakan bahwa tersangka yang baru saja dilimpah oleh penyidik Tipikor Polres Mamasa, yang berkasnya dinyatakan sudah P21. Kata dia, hari ini, tersangka resmi menjadi tahanan Kejari Mamasa. Dan akan dilakukan penuntutan jika sudah dilimpah ke Pengadilan Negeri Mamuju.

” iya tersangka baru saja dilimpahkan oleh penyidik Polres Mamasa, dan hari ini juga resmi kami tahan selama 20 hari kedepan,” kata Kajari Mamasa, Erianto kepada pojokcelebes.com. Selasa ( 1/12 ).

Masih dia, salah satu alasan Kejari Mamasa tahan tersangka karena takutnya melarikan diri dan menghilangkan barang bukti. Selain itu kata dia, untuk bisa menjadikan sok terapi bagi Kades lainnya di Kabupaten Mamasa, agar tidak melakukan perbuatan melawan hukum khususnya korupsi di Kabupaten Mamasa.

” iya penahanan itu subjektif dan objektif ji. Kami takut jangan sampai tersangka menghilangkan barang bukti. Dan ini pak terapi bagi seluruh Kades di Kabupaten Mamasa, untuk tidak melakukan perbuatan korupsi,” tegasnya.

Masih dia, dugaan korupsi terhadap tersangka mantan Kades Sipakuan, adalah adanya temuan perbuatan melawan hukum atas proyek desa saat menjabat sebagai Kades tahun 2017. Lanjut kata dia, bahwa ada beberapa pekerjaan pembangunan yang bersumber dana ADD dan DD tahun 2017, ditemukan fiktif dan kekurangan volume sehingga ditemukan kerugian negara kurang lebih 200 juta lebih dari hasil perhitungan Inspektorat Kabupaten Mamasa.

” Proyek dalam desanya tahun 2017 yang bersumber ADD dan DD, ada temuan fiktif dan pengurangan voleme, sehingga negara dirugikan kurang lebih 200 juta lebih. Meskipun kecil namun ini tidak bisa dibiarkan jika kasus Korupsi,” tegas Erianto.| Yma

Artikel ini telah dibaca 3405 kali

#WARTA FOTO
FOTO IRIGASI TOMMO
Baca Lainnya