Hukrim

Senin, 7 Desember 2020 - 22:39 WIB

3 bulan yang lalu

logo

Dianggap Meresahkan Masyarakat, FMB Geruduk PT. KHBL

POLMAN, pojokcelebes.com | Puluhan pemuda yang tergabung dalam forum Masyarakat binuang ( FMB ) melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor PT Kencana Hijau Bina Lestari yang beralamat di kelurahan Amassangang, Kecamatan Binuang, kabupaten Polewali Mandar Senin (07/12). 

Koordinator Lapangan, Ardi mengatakan aksi unjuk rasa ini dilakukan karena masyarakat sudah mulai merasakan keresahan akan dampak lingkungan yang ditimbulkan jika PT Kencana Hijau Bina Lestari yang bergerak pada industri pengolahan getah pinus ini resmi beroperasi

” Kami datang disini mewakili masyarakat binuang yang sudah mulai resah akan keberadaan perusahaan ini karena dikhawatirkan limbahnya akan dibuang ke sungai dan secara otomatis lingkungan akan tercemar limbah” Ungkapnya

Lebih lanjut ia juga menyesalkan sikap perusahaan yang minim sosialisasi akan dampak perusahaan yang bergerak pada bidang pengolahan getah pinus tersebut

” Saya tegaskan pihak perusahaan tidak pernah melakukan sosialisasi langsung ke masyarakat, sosialisasi tersebut hanya sampai pada tatanan pemerintah Kelurahan Amassangang saja” Ucapnya. 

Sementara itu Sekretaris dinas Lingkungan hidup, Hikmah, Mengatakan PT Kencana bina Lestari sudah memiliki izin lingkungan sejak Agustus tahun 2019 kemarin. 

” Ia izinnya sudah keluar tapi masih sampai pada izin konstruksi, tapi untuk izin operasional tidak dikeluarkan oleh DLHK, DLHK hanya sampai pada izin konstruksi ” Ucapnya. 

Lebih lanjut berdasarkan pemantauan DLHK terhadap PT Kencana Hijau bina Lestari saat ini Sementara uji coba dan sudah membuat penampungan limbah sambil menunggu proses pembangunan ipal selesai. 

Ditempat yang sama  Manager Produksi, PT Kencana I putu gede sumadiyasa, mengatakan saat ini limbah yang dihasilkan perusahaan tidak keluar ke lingkungan terlebih mengalir mengalir ke sungai serta perusahaannya tak terhubung langsung ke sungai dan perusahaan ini sedang dalam proses pembangunan IPAL 

” Saat ini kita masih dalam tahap komisioning atau uji coba pabrik guna memastikan mesin berfungsi dan produk yang dihasilkan sesuai keinginan, hal ini secara otomatis belum menghasilkan limbah berlebih ” Ucapnya. 

Lebih lanjut ia belum memastikan berapa waktu yang dibutuhkan untuk uji coba perusahaan karena masih menunggu uji laboratorium yang dilakukan oleh Laboratorium milik perusahaan tersebut. 

Masih putu sapaan akrab lelaki yang menjabat sebagai Manajer produksi menurutnya hal tersebut sesuatu hal yang wajar, pihak perusahaan tentunya tak mampu memenuhi kebutuhan dan membahagiakan semua orang. RAH

Artikel ini telah dibaca 7080 kali

#WARTA FOTO
FOTO IRIGASI TOMMO
Baca Lainnya