Hukrim

Selasa, 15 Desember 2020 - 19:14 WIB

3 bulan yang lalu

logo

Terdakwa Hendra duduk dikursi pesakitan dengan mendengarkan pembacaan dakwaan oleh JPU, Syamsul Bahri.

Terdakwa Hendra duduk dikursi pesakitan dengan mendengarkan pembacaan dakwaan oleh JPU, Syamsul Bahri.

Diduga Lakukan Tindak Pidana, Seorang Anggota Resnarkoba Polda Sulbar Disidangkan

MAMUJU, pojokcelebes.com | Seorang anggota Resnarkoba Polda Sulbar, atas nama Hendra Adi Winata, disidangkan di Pengadilan Negeri ( PN ) Mamuju. Selasa ( 15/12 ) dengan agenda mendengarkan pembacaan dakwaan oleh jaksa penuntut umum ( JPU ). Diketahui, anggota Polisi ini didakwa kasus tindak pidana penganiayaan terhadap salah seorang tahanan narkoba atas nama Khosim Nur Seha, yang terjadi pada tanggal 5 Juli 2019 sekitar pukul 12.30 wita

Sidang pembacaan dakwaan dengan nomor perkara 311/Pid.B/2020/PN Mam, yang bacakan langsung JPU Syamsul Alam, SH. Terlihat terdakwa Hendra Adi Winata yang menggunakan baju kemeja putih nampak duduk diam mendengarkan dakwaannya yang dibacakan JPU dengan menyebutkan, sebelum terjadi penganiayaan. Berawal salah seorang saksi Khosim Nur Seha, yang merupakan tersangka tindak pidana Narkotika ( Sabu ) tidak mau menandatangani Berita Acara Pemeriksaan ( BAP ) tambahan yang disodorkan oleh terdakwa Hendra Adi Winata, selaku penyidik pembantu. Karena keterangan yang diberikan oleh saksi Khosim Nur Sehat, banyak yang tidak bersesuaian dalam BAP tambahan, sehingga saksi Khosim Nur Seha menolak untuk menandatangani BAP tambahan tersebut. 

Karena menolak saksi Khosim Nur Seha menolak menandatangani. Selanjutnya terdakwa menawarkan untuk dibuatkan berita acara penolakan untuk menandatangani BAP Tambahan, akan tetapi saksi Khosim Nur Seha mengatakan bahwa, “sama saja itu kalau saya tanda tangan pak, bagaimana kalau besok saja, karena besok pengacara saya datang,” sebut Khosim. 

Akan tetapi lanjut JPU dalam membacakan dakwaannya, terdakwa Hendra tetap memaksa saksi Khosim Nur Seha, untuk menandatangani hasil BAP Tambahan tersebut, akan tetapi saksi Khosim terus menolak untuk menandatanganinya, sehingga terdakwa akhirnya emosi dan tidak bisa lagi menguasai dirinya serta langsung memukul bagian belakang kepala dekat telinga kiri saksi Khosim sebanyak 1 kali dengan menggunakan kepalan tangan kanan ( tinju ) dan memukul lagi bagian wajah dekat mata ( pelipis kiri ), sebanyak 1 kali dengan menggunakan kepalan tangan kanan ( tinju ). Selanjutnya terdakwa kembali mengambil sapu ijuk dan langsung memukul bagian lutut kiri dan betis kiri kepada saksi Khosim masing – masing sebanyak 1 kali, kemudian terdakwa menendang lagi bagian tulang rusuk sebanyak 1 kali, dan terakhir sepatu yang dipakai oleh terdakwa dilepas salah satunya dan dipukulkan berkali – kali atau setidaknya lebih dari sekali ke arah punggung, sehingga mengakibatkan saksi merasakan nyeri sakit di pelipis kiri dan dibelakang telinga kiri serta mengalami luka memar di belakang telinga kiri, luka lecet pada lutut kiri, luka lecet pada betis kiri.

” Perbuatan terdakwa yang telah melakukan pemukulan terhadap saksi Khosim Nur Seha, bersesuaian dengan hasil visum et repertum dari Rumah Sakit Bhayangkara Mamuju dengan Nomor : VER / 02 / XI / Rumkit tanggal 30 November 2019, yang dibuat dan ditandatangani oleh dokter Mulai Tahir, dengan hasil pemeriksaannya antara lain sebagai berikut Anamnesis nyeri dirasakan di pelipis kiri dan belakang telinga kiri. Pemeriksaan Fisik, Kepala, Telinga tampak kemerahan di belakang telinga kiri. Sehingga perbuatan terdakwa tersebut melanggar ketentuan sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 351 Ayat (1) KUHPidana.” tutup Samsul Bahri, dalam pembacaan materi dakwaan terhadap terdakwa Hendra.

Sidang perkara penganiayaan yang terdakwanya salah seorang Polisi yang tak lain anggota Direktorat Narkoba Polda Sulbar, ketuai oleh Majelis Hakim Nurlely, SH, dan dua hakim anggota David Fredo Charles Soplanit, SH. MH dengan Mawardi Rivai, SH. Sidang kembali digelar pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi. Diketahui saksi yang akan diperiksa pekan depan sejumlah 20 orang. | Dji  

Artikel ini telah dibaca 519 kali

#WARTA FOTO
FOTO IRIGASI TOMMO
Baca Lainnya