Advertorial

Selasa, 15 Desember 2020 - 21:47 WIB

3 bulan yang lalu

logo

Kebiasaan Praktik Korupsi Gratifikasi Dihilangkan

MAMUJU, pojokcelebes.com | Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar, berharap acara hari korupsi sedunia ( Harkoda ), bukan hanya acara   rutinitas atau formalitas belaka. Tapi harus menjadi momentum menguatkan integritas pribadi dan membarui komitmen mewujudkan pemerintahan yang bersih, profesional, transparan dan akuntabel.

“Upaya mencegah korupsi harus dimulai dari diri sendiri, keluarga dan lingkungan masing – masing. Kita tidak boleh lagi bersikap permisif terhadap korupsi, sekecil apapun praktik korupsi seperti gratifikasi yang cenderung menjadi kebiasaan harus dihilangkan. Dalam kehidupan sehari – hari, kita harus membiasakan yang benar, bukan membenarkan kebiasaan yang tidak benar,” kata Ali Baal Masdar saat menjadi keynote speaker pada Seminar peringatan Harkoda yang berlangsung di aula gedung Keuangan Negara lantai 5, Mamuju. Selasa ( 15/ 12 )

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Kementerian Keuangan Sulbar tersebut, mengusung tema ” Jaga Integritas Diri, Pulihkan Negeri Kala Pandemi “.

Dia juga sampaikan, peringatan Hakordia yang baru dilaksanakan hari ini ditengah pandemi covid – 19, tidak mengurangi semangat bersama melawan korupsi.

“Gerakan anti korupsi harus dilakukan terus – menerus untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih, dan tata kelola pemerintahan yang baik melalui reformasi birokrasi,” tegasnya

Melalui kesempatan itu, Ali Baal menyampaikan terkait pelaksanaan APBD dan APBN 2020. Ia mengatakan, pelaksanaan APBD Konsolidasi wilayah Sulbar memiliki pagu per 30 November 2020 sebesar Rp 6,697 triliun, terealisasi sebesar Rp 6,59 triliun atau 98, 4 persen. Sementara, pelaksanaan APBN per 30 November 2020, dari pagu konsolidasi sebesar Rp 2,8 triliun, terealisasi sebesar Rp 2,3 triliun atau sebesar 81, 6 persen.

“Di masa pandemi covid-19 seperti sekarang, tidaklah mudah melaksanakan penyerapan anggaran. Namun demikian, belanja pemerintah harus dimaksimalkan, terutama karena sektor swasta mengalami kelesuan menggerakkan sektor riil. Penyerapan APBD maupun APBN harus dipercepat, dilakukan tepat waktu dan tepat sasaran, dengan memastikan setiap nilai rupiahnya jelas manfaatnya,” tandasnya

Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Sulbar, Imik Eko Putro mengatakan, semangat pemberantasan korupsi senantiasa digelorakan demi mewujudkan good governance, yaitu kepemerintahan yang mengemban akan dan menerapkan prinsip-prinsip profesionalitas, akuntabilitas, transparansi, pelayanan prima, demokrasi, efisiensi, efektifitas, supremasi hukum dan dapat diterima oleh seluruh masyarakat.

Pada kesempatan ini, Imik menyampaikan penghargaan dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Gubernur Sulbar dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) atas sinergi, bantuan dan dukungan selama ini, sehingga pengelolaan dana APBN maupun APBD dapat berjalan dengan baik dan tetap berjalan pada treknya, dengan harapan setiap rupiah yang dikeluarkan bermanfaat bagi rakyat Sulbar.

Dalam kegiatan itu, dilakukan penandatanganan komitmen bersama untuk mendukung pencegahan korupsi pelaksanaan APBN di wilayah Sulbar. Dilanjutkan penyerahan piagam penghargaan kepada Gubernur Sulbar, Ketua DPRD Sulbar, Kapolda Sulbar, Danrem 142 Tatag, Kajati Sulbar, Kepala Perwakilan BPK Sulbar dan Kepala BPKP Sulbar, oleh  Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Sulbar.

Piagam penghargaan diberikan atas sinergi dengan Perwakilan Kementerian Keuangan Sulbar   akan komitmen tersebut. |***

Artikel ini telah dibaca 2116 kali

#WARTA FOTO
FOTO IRIGASI TOMMO
Baca Lainnya