Hukrim

Kamis, 7 Januari 2021 - 14:41 WIB

2 bulan yang lalu

logo

Foto Ilustrasi DAK Pendidikan.

Foto Ilustrasi DAK Pendidikan.

Dugaan Praktik Culas Biaya Pembuatan Desain Gambar pada Program DAK 2020

MAMUJU, pojokcelebes.com | Penyidik pidana khusus ( Pidsus ) Kejati Sulbar, nampaknya terus intens mendalami dugaan kasus Korupsi pada pengelolaan DAK tahun 2020, yang melekat di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Barat ( Sulbar ).   

Dikabarkan, puluhan kepala sekolah menengah ( SMA ) sebagai penerima DAK tahun 2020, sudah beberapa kali dimintai keterangan soal adanya dugaan permainan nakal penyelewengan anggaran berdali biaya jasa pembuatan desain gambar dan RAB. 

Permainan busuk yang masih didalami oleh penyidik Kejati Sulbar, adalah adanya dugaan pemotongan fee 3 persen untuk pembuatan desain gambar dan pembuatan RAB. Perbuatan praktik nakal ini sudah jelas melanggar hukum. 

Dikonfirmasi kepada Asisten Pidana Khusus ( Pidsus ) Kejati Sulbar, Feri Mupahir, kepada media pojokcelebes.com mengatkan, hingga saat ini dugaan Korupsi DAK di tubuh dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Barat, penanganannya sudah di tingkat penyidikan, itu artinya calon tersangka sudah terbuka lebar namun pihaknya masih mendalaminya.

“ Kasus ini adanya pemotongan dana DAK sejumlah 3 persen untuk biaya pembuatan desain gambar dan pembuatan RAB. Ya, bisa dikatakan penyelewengan anggaran dana DAK, dan potensi ada kerugian negara, “ kata Aspidsus Kepada Pojokcelebes.com. Kamis ( 7/1 ). 

Lanjut Feri menambahkan, selain penyidikan program DAK untuk SMA yang sudah naik di penyidikan. Tim penyidik Pidsus Kejati Sulbar, juga keker program DAK untuk SMK.

“ Untuk dana DAK tingkat SMA sudah kami naikkan di tingkat penyidikan namun belum ada penetapan tersangka masih penyidikan umum. Sedangkan untuk dana DAK tingkat SMK masih dalam proses penyelidikan belum penyidikan.” jelanya.| Aji

Artikel ini telah dibaca 254 kali

#WARTA FOTO
FOTO IRIGASI TOMMO
Baca Lainnya