Celebes

Rabu, 20 Januari 2021 - 18:44 WIB

1 bulan yang lalu

logo

Presiden Jokowi Tinggalkan Mamuju, Pengungsi Ramai – Ramai Tinggalkan Tenda Kemensos RI

Mamuju,Pojokcelebes.com | Kedatangan Presiden Jokowi di lokasi pengungsian di stadion Manakarra Mamuju, Selasa kemarin ( 19/1 ) menyisakan sejumlah cerita bagi setiap pengungsi yang menempati tenda di luar stadion.

Sebelum Presiden Jokowi dan rombongan datang meninjau lokasi stadion. Sebelumnya warga yang memasang tenda di luar stadion, harus dan wajib masuk menempati tenda yang telah disiapkan oleh Kemensos RI. 

Beberapa pengakuan warga pengungsi yang menempati tenda di luar stadion, yang mengaku harus masuk menempati tenda yang telah disiapkan Kementerian dan TNI di dalam area lapangan stadion.

Misalnya Idris, mengaku sebelum Presiden dikabarkan mau hadir di komplek stadion, semua pengungsi harus masuk di area lapangan karena Presiden Jokowi, mau datang ditempat ini. Kata dia, sempat bersitegang dengan petugas TNI karena ingin mau bongkar tenda pengungsi. Namun dirinya bertahan dan pada akhirnya terbongkar juga serta barang – barang di pindahkan.

” Saya bingung pak, kenapa mesti tenda kami harus dibongkar dan harus pindah ke dalam. Ini bikin capek saja, tapi karena kita ini orang kecil terpaksa saya bongkar pak dan masuk ke tenda baru yang disiapkan. Setelah pak Presiden Jokowi meninggalkan stadion, saya paksa keluar kembali pak dan bangun tenda kembali ditempat semula,” katanya kepada Media ini. Rabu ( 20/1 ).

Cerita berbeda disampaikan oleh ibu rumah tangga atas nama Ani, yang mengaku sangat kesal dengan aparat petugas TNI yang memaksa masuk di dalam tenda baru yang telah disiapkan karena Presiden Jokowi mau hadir di lokasi pengungsian di Stadion Mamuju.

” Saya juga heran kenapa mesti diatur – atur begini, mau masuk lah karena mau datang Presiden Jokowi. Dan arahannya nanti pulang pak Jokowi, baru bisa kembali bangun tenda diluar,” ujar ibu tiga anak ini.

Senada dengan Idris, seorang nelayan yang mengungsi bersama 7 anggota keluarganya. Mengaku, tandanya harus dirobohkan karena mengikuti perintah TNI. Salah Satu alasan dirobohkan karena Presiden Jokowi mau datang melihat situasi dan kondisi pengungsi. Dirinya pun juga ikut dan harus capek dua kali memasang tenda. Karena, tenda ukuran kecil itu harus roboh sebelum Presiden masuk di areal  pengungsi.

” Saya tidak tau, kenapa mesti begitu atur atau begitu. Kita korban menentramkan gempa, semestinya tidak di kasi capek. Bayangkan tenda saya harus bongkar pasang pak, datang pak Jokowi tenda saya dibongkar dan pulangnya Jokowi harus saya pasang kembali,” ungkapnya.

Salah satu alasan tidak ingin mau masuk pengungsi dalam tenda baru yang disiapkan oleh Kementerian Sosial. Adalah tenda tersebut tidak layak luasnya dan tidak nyaman karena panas.

” Panas di tenda itu pak, kalau siang panas. Makanya saya tidak mau bertahan disana. Saya juga takut tower lampu stadion takutnya roboh,” ujar Idris. 

Dikonfirmasi kepada Jalaluddin Mayor inf sebagai komandan Komplek ( Damplek ), mengaku memang sebelum kedatangan Presiden Jokowi, semua pengungsi dari luar stadion diarahkan masuk kedalam tenda baru yang telah disiapkan. Ini dilakukan kata dia, untuk memberikan kenyamanan bagi setiap pengungsi. Karena tenda baru ini lebih besar dan bisa menampung pengungsi lebih banyak.

” Kami memang arahkan masuk ke dalam areal stadion karena kami sudah siapkan tenda baru dari Kementerian Sosial. Di dalam aman dan luas tersedia dapur umum dan bantuan masuk, disini tidak ada yang kurang pak,” jelas Jalaluddin kepada Merdeka.com

Dia mengaku, pengungsi yang masuk di tenda baru ini sudah sebagian pulang atau kembali ketempat semula, setelah Presiden Jokowi meninggalkan tempat pengungsian. 

” Saya tidak pada mereka pada kemana, setelah pak Jokowi pulang, apakah dia balik ke ketempat semula atau pulang ke rumah.” Ujarnya. 

Artikel ini telah dibaca 4014 kali

#WARTA FOTO
FOTO IRIGASI TOMMO
Baca Lainnya