Celebes

Kamis, 21 Januari 2021 - 11:59 WIB

2 bulan yang lalu

logo

Pengungsi Sebut Penyaluran Bantuan di Mamuju Terlalu Ribet

MAMUJU, pojokcelebes.com | Masyarakat Mamuju yang tedampak gempa bumi 6,2 Magnitudo, khususnya yang tinggal jauh dari tempat penyaluran bantuan sudah mulai mengeluh. Pasalnya, untuk bisa mendapatkan bantuan harus dilengkapi data penerima, jumlah penerima bahkan ada yang siapakan KK dan KTP. 

Penyaluran bantuan yang berbelit – belit ini, mendapat reaksi warga yang terdampak gempa yang mengaku mendapat permasalahan baru. Yang seharusnya bantuan pasca gempa seharusnya dan secepatnya disalurkan setiap penerima karena sangat dibutuhkan.       

Misalnya salah satu pengakuan salah seorang Kepala Lingkungan Katapi Kelurahan Bebanga Kecamatan Kalukku Kabupaten Mamuju, Jumardin mengaku sudah tiga kali bolak balik – balik mengurus warganya dengan melakukan pendataan dan terus dimasukkan ke posko pendataan logistik di kantor gubernur Sulbar. Namun sampai saat ini kata dia, belum jelas apakah ada tidak ada. Dan kata dia, hal ini sangat rumit karena bukannya warga harus tenang di pengungsian karena trauma ini warga disibukkan mengurus administrasi untuk mendapatkan bantuan namun berbelit – belit.  

“ rumit sekali pengurusannya untuk bisa mendapatkan bantuan, harus saya data dulu dan harus diketahui Babinkamtibmas lalu bawa kemari disini. Bahkan saya urus ini sudah bolak – bolak tiga kali saya lakukan, sampai saat ini tidak jelas. Ini sudah muali malam lagi, capek pak semetara orang disana sangat burtuh bantuan. nah nanti dapat surat atau DP dari TNI baru kami bisa dapat bantuan,  “ kata Jumardin.     

Senada dengan Erwin, salah seorang pengungsi asal Kelurahan Rangas, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju. Daia mengaku untuk bisa mendapatkan bantuan bersama rekannya harus melalui beberapa tahapan yang bisa memakan waktu lama. Disisi lain anggota di Posko saat ini sangat butuh bantuan.

“Jujur pak kami capek, untuk bisa dapatkan bantuan kita disuruh data dulu berapa KK ( Kepala Keluarga ) bagi yang butuh bantuan. Terus ke Posko Induk yang ada di Provinsi, disana menyetor data dan setelah itu dikasih kertas ( DO ), baru disuruh ke sini  gudang logistik yang ada di Korem ambil bantuan,” kata Erwin kepada sejumlah media saat ditemui di posko logistik Korem Rabu ( 20/1 ).

Erwin mengaku, rumitnya pengurusan mendapatkan bantuan gempa sangat menguras waktu dan tenaga. Mulai dari pendataan kata dia, hingga antri di Posko induk untuk menginput data hanya untuk mendapatkan surat rekomendasi. Namun disana ratusan orang antri yang kemungkinan sudah jenuh.

“Di posko induk juga kita antri karena banyak pengungsi yang juga bawa data untuk minta bantuan, jadi ini sangat sulit. Sebenarnya di pasca gempa ini kami sudah menikmati bantuan berkumpul bersama keluarga, tetapi kami harus rela antri menjemput bantuan di Korem, ” kata Erwin. 

Dia mengaku, jika seperti ini bagaimana kalau warga pengungsi yang jauh seperti di Tapalang, Lebani dan  Kalukku. Apalagi saat ini pengungsi sangat membutuhkan pasokan logistik.

“Menurut saya sebenarnya agak ribet, karena ini kan keadaan darurat. Kalau macam kita ini yang dekat posko induk tidak jadi masalah, tapi kalau pengungsi yang daerah lain kasihan dari luar, mana minta KK segala macam. Perut sudah lapar,” keluhnya. 

Irwin berharap pemerintah atau satgas tanggap bencana gempa Sulbar, cepat merubah sistem ini  karena kasihan masyarakat yang sangat butuh bantuan. Ide ini dilakukan agar korban, cepat mendapatkan batuan logistik.

“Kalau keadaan darurat begini, tidak usahlah terlalu ribet karena kasihan juga dari teman – teman pengungsi yang dari daerah lain yang lokasinya jauhkan,” tuturnya. 

Ditemui, kepada Kasi Logistik BNPB Provinsi Sulbar, Budianto mengaku, bagi warga atu ketua Posko yang ingin dapat bantuan. Seharusnya haru melengkapi KTP dan KK. Jika kalau tidak dilengkapi  data penerima, penanggung jawab pasti akan kesulitan mempertanggung jawabkan. 

” seperti itu memang aturannya, kalau mengeluarkan bantuan harus penerima melengkapi data seperti KTP dan KK, uni dilakukan untuk bisa kami pertangung jawabkan. Minimal ada data korban yang bisa dihubungi,” jelasnya./Aji

Artikel ini telah dibaca 159 kali

#WARTA FOTO
FOTO IRIGASI TOMMO
Baca Lainnya