Celebes

Rabu, 27 Januari 2021 - 12:43 WIB

4 minggu yang lalu

logo

Dampak Gempa Mamuju Majene, Kerugian 829,1 Miliar, Meninggal 105 Jiwa, Pengungsi 89.524 Jiwa, Korban Luka 3.369 Jiwa

MAMUJU, Pojokcelebes.com | Dampak gempa bumi yang terjadi di Mamuju dan Majene 15 Januari 2020, menimbulkan kerugian yang besar. Ditaksir kerugian itu berjumlah 829,1 Miliar.

Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB Rifai, dalam update data kerugian yang ditimbulkan pasca gempa. Selasa, 26 Januari 2021 menyampaikan, Untuk kerugian sementara di Kabupaten Majene mencapai Rp. 449,8 miliar, terdiri dari kerusakan permukiman sebesar Rp365,3 miliar, infrastruktur sebesar Rp .235 juta, sosial sebesar Rp.76,9 miliar, ekonomi sebesar Rp5,13 miliar, lintas sektor sebesar Rp2,1 miliar. Sementara di Kabupaten Mamuju total kerugian ditaksir sebesar Rp. 379, 3 miliar, terdiri dari kerugian permukiman sebesar Rp 270,1 miliar, infrastruktur sebesar Rp1,3 miliar, social sebesar Rp17,4 miliar, ekonomi sebesar Rp 50,4 miliar, lintas sektor sebesar Rp 39,9 miliar. Sementara korban meninggal sebanyak 105 jiwa, terdampak dan mengungsi sebanyak 89.524 jiwa, korban luka-luka sebanyak 3.369 jiwa.

Terkait pendataan rumah terdampak gempa, Rifai mengemukakan, sesuai arahan dari Kepala BNPB Doni Monardo, batas akhir pengambilan data untuk kerusakan rumah sampai tanggal 26 Januari 2021. 

Untuk Kabupaten Majene, sesuai laporan data kerusakan rumah sementara sebanyak 4.122 laporan yang terdiri dari rusak ringan, rusak sedang, dan rusak berat. Namun, yang sudah berdasarkan by name by addres sebesar 423. By name by address yang terdiri dari KK, NIK foto koordinat.

Di Kabupaten Mamuju, data sementara sesuai laporan sebesar 1.701 dan sudah lengkap dengan menggunakan by name by address.

“Jumlah tersebut masih terakumulasi. Untuk rusak ringan, sedang dan berat yang sudah masuk saat ini dan ini dimatangkan dulu sambil menunggu data selanjutnya yang akan masuk, nantinya akan diberikan secara non tunai, dan harus menggunakan nomor rekening baru,”jelas Rifai 

Ia menyampaikan, untuk proses administrasi  diupayakan , pada bulan Februari sudah dibahas di Kementerian Keuangan untuk selanjutnya yang sudah lengkap dan memenuhi persyaratan akan diberikan diberikan secara non tunai . Pemulihan diharapkan dapat selesai pada Juni 2021, dan Juli 2021 diharapkan. KIP

Artikel ini telah dibaca 1062 kali

#WARTA FOTO
FOTO IRIGASI TOMMO
Baca Lainnya