Hukrim

Jumat, 29 Januari 2021 - 07:49 WIB

4 minggu yang lalu

logo

10 Tahun Buron, Mantan Kontraktor Dicokok Di Tenda Pengusian Gempa

Mamuju,Pojokcelebes.com | Seorang buronan terpidana Korupsi pada Kejari Pare – Pare atas nama Mubassir, berhasil ditangkap di salah satu tenda pengungsian gempa Mamuju, di lokasi

Pengungsian Perumahan Mutiara Gading Jalan H. Hapati Hasan, Kelurahan Karema, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat. Kamis ( 28/1 ) sekitar pukul.16.00 wita.

Salah Satu anggota Kejari Mamuju, Arif mengaku, penangkapan buronan korupsi ini dilakukan saat asyik di tenda pengungsian bersama keluarganya.

” Iya kami tangkap di tenda pengungsian,  sang buron mungkin dia bersembunyi berbaur dengan keluarganya selama di tenda pengungsian gempa,” kata Arif.

Sementara Kasi Penkum Kajati Sulbar, Amiruddin mengatakan, penangkapan buronan korupsi dilakukan Kejati Sulsel, Kejari Pare – Pare, Kejati Sulbar dan Kejari Mamuju. Dan penangkapan ini dipimpin langsung Plt. Kajari Pare – Pare, Priyamudi.

” Iya kemarin sore ditangkap, dan langsung dibawa ke Pare – Pare. Dia ditangkap di tempat pengungsian gempa Mamuju, ” kata Amiruddin.

Lanjut dia, terpidana Korupsi atas nama Mubassir merupakan terpidana tindak pidana Korupsi Proyek Pengadaan Partisi dan Penataan Ruangan Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kota Parepare Tahun tahun Anggaran 2007, dengan kerugian keuangan negara sebesar Rp. 200.138.390.10,- (dua ratus juta seratus tiga puluh delapan ribu tiga ratus sembilan puluh  rupiah). Mubasir, S.Sos terbukti bersalah melanggar Pasal 3 Jo. Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP berdasarkan Putusan Kasasi Mahkamah Agung Nomor 1617 K/Pid.Sus/2011 tanggal 19 Maret 2012, dengan menyatakan terpidana Mubassir, S.Sos dihukum pidana penjara selama selama 1 tahun dan denda sebesar Rp 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah) dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana selama 2 bulan. Menghukum pula terpidana untuk membayar uang pengganti sebesar Rp 30.753.122,67 (tiga puluh juta tujuh ratus lima puluh tiga ribu seratus dua puluh dua rupiah enam puluh tujuh sen), apabila tidak mampu membayar uang pengganti tersebut maka terpidana menjalani pidana penjara selama 3 bulan. | Aji

Artikel ini telah dibaca 4761 kali

#WARTA FOTO
FOTO IRIGASI TOMMO
Baca Lainnya