Celebes

Senin, 1 Februari 2021 - 13:50 WIB

3 minggu yang lalu

logo

Penyaluran Bantuan Gempa Ditimbun Di Pendopo Pemda Majene, Dikeluhkan

Majene,pojokcelebes.com –  Ribuan pengungsi di ujung wilayah utara Kabupaten Majene, yakni Kecamatan Malunda dan Kecamatan Ulumanda, mengeluhkan proses penyaluran bantuan gempa yang harus dijemput langsung Kades atau Lurah.

Keluhan ini, terjadi dari tenda- ketenda pengungsian yang disampaikan langsung ke masing – masing pemerintah desa atau kelurahan.

Informasi yang didapat media ini. Bahwa memang bantuan telah menumpuk di salah satu Pendopo kantor Bupati Majene. Sementara titik pengungsian yang terparah hanya berada di Kecamatan Malunda dan Kecamatan Ulumanda. Jarak dari pendopo tempat di tumpuk logistik itu, sekitar 60 kilometer dengan waktu tempuh dua jam perjalanannya.

Lurah Malunda, Tasdir yang membenarkan bahwa bantuan untuk warga yang terdampak gempa harus dijemput oleh masing- masing pemerintah desa dan lurah di pendopo Pemda Majene, dengan membawa kendaraan roda empat.

” sebenarnya ini harus dikaji kembali. Kok begitu, untuk bisa mendapatkan bantuan harus dijemput ke Majene dengan membawa kendaraan dengan memakan waktu berjam – jam. Kalau ke Majene, apalagi bawa mobil bukan modal kecil tapi harus kantongi modal lebih,” sebutnya.

Kata dia, untuk pengungsi di Kecamatan Malunda, yang jumlahnya ribuan. Sampai saat ini, masih bertahan ditenda – tenda pengungsian. Sehingga sangat disayangkan jika bantuan gempa yang tertumpuk di Majene dipersulit penyaluranya. 

” Seharusnya penanggung jawab logistik mereka harus langsung didistribusikan ke kecamatan atau ke desa dan kelurahan yang butuh. Karena untuk bisa menjemput bantuan itu, butuh modal transportasi dengan kesiapan kendaraan truk. Nah bagaimana kalau ada desa yang tidak punya mobil truk, ?” Tanya Tasdir.

Ditempat terpisah, Plt. Bupati Majene, Lukman kepada media  ini membantah jika bantuan gempa di sengaja ditumpuk di Pendopo Pemda Majene. Tetapi hanya saja kata dia, bahwa proses penyaluran itu harus sesuai dengan aturan yang telah disepakati saat pertemuan yang dihadiri para camat. Hasil rapat disepakati bantuan masing masing desa menjemput nya

” Sudah ada kesepakatan kemarin saat kami rapat dan jaga dihadiri oleh masing masing camat. Telah disepakati bahwa masing masing desa sepakat menjemput bantuan itu,” kata Lukman.

Masih dia, soal adanya keluhan pemerintah desa sampai saat ini, bupati  belum mengetahuinya. Namun proses penyaluran bantuan yang dijemput langsung masing – masing Kades terbilang lancar. Hanya saja, penyaluran bantuan memang harus jelas data by name by addres. Hal ini dilakukan agar ada pemerataan yang menerima batuan tersebut.

” Kalau keluhan tidak ada pak, buktinya tujuh desa dari Malunda, barusan datang menjemput dan mereka senang kok pulang. Sengaja kami berbasis data, agar merata pembagiannya dan semuanya kena,” ujar Lukman.

9Masih Lukman, saat ini pengungsi dari Malunda yang masuk di kota Majene, sekitar 3 ribuan. Dan warga ini jaga butuh bantuan gempa yang saat ini masih mendiami Kecamatan Banggae dan Banggae Timur. Aji

Artikel ini telah dibaca 4629 kali

#WARTA FOTO
FOTO IRIGASI TOMMO
Baca Lainnya