Hukrim

Jumat, 19 Februari 2021 - 08:28 WIB

1 minggu yang lalu

logo

Kepala BPBD Sulbar, Darno Majid. ( foto : Jalli )

Kepala BPBD Sulbar, Darno Majid. ( foto : Jalli )

Penuhi Undangan Kejati Sulbar, Kepala BPBD Darno Lakukan Klarifikasi Soal Tenda 4000 Lembar

Pojokcelebes.com | Sorotan publik soal pengadaan terpal atau tenda untuk pengungsi gempa di Mamuju dan Majene yang dikabarkan tidak disalurkan alias ditampung sejumlah 4000 lembar. Kepala BPBD Provinsi Sulawesi Barat ( Sulbar ), Darno Majid akhirnya memenuhi panggilan Kejaksaan Tinggi ( Kejati ) Provinsi Sulawesi Barat. Kamis kemarin ( 19/2 ).

Ditemui usai dimintai keterangan Kejati Sulbar, kepada pojokcelebes.com mengatakan, bahwa kehadiran di Kejati ini hanya sebatas diundang mengklarifikasi soal tenda yang disebut di media ditampung di gudang logistik sebanyak 4000 lembar. Lanjut kata Darno, kabar miring soal pengadaan tenda yang menerpa dirinya itu kata dia, sudah disampaikan ke Kejaksaan secara jelas, bahwa mulai dari anggaran pengadaan terpal atau tenda pengungsi hingga harga per lembar dan jumlah yang diadakan. 

” Kedatangan saya ini untuk memenuhi undangan Kejati untuk mengklarifikasi soal tenda. Karena Kejati mendengar info bahwa BPBD menyimpan tenda 4000 lembar. Dan saya sudah sampaikan sejelas – jelasnya bahkan saya sarankan agar bisa memeriksa gudang logistik, kalau tidak salah laporan yang saya terima dari bagian logistik masih sekitar 700 ratusan lagi disana, ” kata Darno saat ditemui di halaman kantor Kejati Sulbar usai memenuhi undangan Kejati Sulbar.

 Darno mengatakan, persoalan tenda sudah disampaikan ke Kejati dalam klasifikasinya bawah pengadaan terpal itu atas perintah gubernur dengan jumlah awal 1000 lembar dengan menggunakan dana donatur. Dan total jumlah pengadaan tenda sebanyak 5000 lembar dengan harga 400 juta dan harga satuan 80 ribu per lembar bukan yang 300 juta seperti kabar diluar. Tenda yang diadakan tahap pertama itu awalnya 1000 dan menyusul 4000 lembar. Disini saya luruskan bahwa belanja tenda dengan anggaran donatur itu, sudah terbagi di dua kabupaten dan barangnya sudah tersalur dan tidak ada ditampung berdasarkan data yang diterima.

Dia mengaku, permintaan tenda ini diakui ada di tiga kabupaten, yakni Mamuju dan Majene serta pengungsi di Balanipa Kabupaten Polman. Sehingga dipastikan 5000 tenda atau terpal untuk pengungsi sudah 90 persen sudah dibagikan. Apalagi BPBD dalam bekerja selalu didampingi BPKP bahkan pihak BPKP langsung mengecek gudang logistik.

” Kita kerja ini didampingi BPKP, makanya saya panggil BPKP untuk mengecek langsung gudang logistik Untuk mengetahui kebenarannya apakah tenda itu ditampung atau tidak. Kemarin BPKP cek gudang dan dia liat langsung ternyata tidak ada ditampung dan sudah terbagi. Untuk apa ditampung kasian, gubernur mengadakan ini untuk kepentingan masyarakat, ini mi juga teman – teman wartawan selalu memelintir dan memojokan saya dan saya tidak enak, ” katanya

Dia mengaku, pemberitaan di media yang memojokkan dirinya dan nama baiknya yang dituduh menyalahgunakan dana anggaran bencana dalam waktu dekat ini akan berkoordinasi dengan gubernur dan Sekprov sebelum melakukan upaya hukum. Bahkan dengan tegas mengatakan, akan menuntut media yang menuding korupsi dana anggaran bencana namun tetap koordinasi dengan gubernur dan Sekda.    

” Ada lagi di Media, saya diisukan tadi di koran kepala BPBD menyalahgunakan uang. Sebelum saya melapor ke Polda untuk memulihkan nama baik saya karena saya memang dirugikan, saya koordinasi dulu dengan gubernur dan Sekda. Saya bekerja untuk rakyat untuk apa mau urusi uangnya orang, hanya dalam pengolahan itu memang kalau ada mekanisme yang tidak sesuai. Kenapa saya diadili korupsi, sedangkan belum saya diperiksa Inspektorat atau Kejaksaan baru saya dituduh Korupsi. Yang namanya menyalahgunakan itu setelah vonis. Dan saya tuntut ini adalah media saya dituduh korupsi tapi tergantung petunjuk pada bapak gubernur,” pungkasnya.

Dikonfirmasi kepada Penkum Kejati Sulbar, Amiruddin, SH.MH membenarkan adanya Kepala BPBD memenuhi undangan Kejati Sulbar secara tertulis. Kedatangan Kepala BPBD Sulbar hanya melakukan klarifikasi soal terpal yang disimpan sejumlah 4000 lembar. 

“ Iya pak darno tadi datang memenuhi undangan Kejati, hanya saja kedatangannya untuk melakukan klarifikasi soal tenda yang disimpan sejumlah 4000 lembar. Selain itu tida ada, “ singkat Amiruddin./Aji

 

 

 

Artikel ini telah dibaca 2283 kali

#WARTA FOTO
FOTO IRIGASI TOMMO
Baca Lainnya